Pria Ditemukan Tewas di Pantai Gau Ternyata Sempat Lihat Sunrise di Melasti

Pria Asal Jawa Barat Tewas di Pantai Gau Setelah Sempat Menikmati Sunrise di Pantai Melasti

Rekaman CCTV menampilkan pria asal Jabar berjalan seorang diri di Pantai Melasti sebelum terseret arus dan ditemukan meninggal dunia di Pantai Gau, Pecatu, Kuta Selatan, Badung. (Dok. Polresta Denpasar)

Korban Menyewa Motor dan Berangkat Dini Hari Menuju Pantai Melasti

Seorang pria asal Jawa Barat bernama Gifar Fadillah Suryana ditemukan meninggal dunia di Pantai Gau, Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, pada Minggu (19/4/2026). Fakta terbaru mengungkap bahwa sebelum kejadian, korban berencana menikmati matahari terbit di Pantai Melasti.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan bahwa korban sempat menyewa sepeda motor dari warga setempat bernama Pedro Baptista Abu. Motor jenis Scoopy hitam bernomor polisi DK 2941 QN itu disewa seharga Rp 160 ribu dan diantar kepada korban sekitar pukul 03.50 Wita.

Saat itu, korban mengaku sengaja berangkat pagi untuk menuju Pantai Melasti dan menyaksikan sunrise. Keterangan ini diperoleh dari saksi yang menyerahkan kendaraan kepada korban sebelum berangkat.

Rekaman CCTV Menunjukkan Korban Berjalan Sendiri Menyusuri Pantai

Polisi kemudian menelusuri rekaman CCTV di sekitar kawasan Pantai Melasti untuk mengungkap pergerakan korban. Hasilnya menunjukkan bahwa korban memasuki area pantai pada pukul 05.43 Wita menggunakan sepeda motor.

Selanjutnya, sekitar pukul 05.55 Wita, korban terlihat berada di area parkir dan turun dari kendaraan. Beberapa saat kemudian, tepatnya pukul 06.19 Wita, korban tampak berjalan seorang diri menyusuri bibir pantai menuju arah tebing saat kondisi air laut masih surut.

Berdasarkan rekaman tersebut, polisi menduga korban berjalan ke arah barat menyisir pantai sebelum akhirnya terseret arus laut. Namun, hingga kini belum dapat dipastikan apakah korban sempat berenang atau terjatuh ke laut.

Unggahan Media Sosial Korban Perlihatkan Kondisi Laut yang Mulai Meninggi

Di sisi lain, keluarga korban juga memberikan informasi tambahan melalui unggahan media sosial. Kakak korban, Gita Nurlina Suryana, mengungkap bahwa keluarga sempat menerima tangkapan layar dari unggahan Instagram korban.

Unggahan tersebut memperlihatkan pemandangan laut dan tebing di kawasan pantai yang diduga diambil sekitar pukul 08.00 Wita pada hari yang sama. Dalam unggahan itu, terlihat kondisi air laut mulai membesar.

Temuan ini memperkuat dugaan bahwa korban berada di area pantai saat kondisi ombak mulai meningkat. Hal ini diduga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap insiden yang menimpa korban.

Keluarga Menolak Autopsi dan Membawa Pulang Jenazah Korban

Setelah proses identifikasi selesai, pihak keluarga memutuskan untuk tidak melakukan autopsi terhadap jenazah korban. Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memilih segera membawa pulang jenazah untuk disemayamkan.

Sementara itu, pihak kepolisian terus mengumpulkan keterangan dan bukti untuk melengkapi penyelidikan terkait kronologi kejadian. Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika kondisi air laut mulai berubah.