Kronologi Pohon Tumbang Timpa Tenda Nikah di Bone Berujung Ibu Pengantin Tewas
Hujan Deras dan Angin Kencang Tumbangkan Pohon hingga Tewaskan Ibu Pengantin di Bone

Cuaca Buruk Sejak Sore Picu Pohon Tumbang di Lokasi Resepsi
Peristiwa tragis terjadi di Dusun Harue, Desa Lalepo, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Kamis, 9 April 2026 sekitar pukul 21.00 Wita. Hujan deras yang turun sejak sore hari disertai angin kencang memicu tumbangnya sejumlah pohon di sekitar lokasi pesta pernikahan.
Sejak pukul 15.00 Wita, hujan deras terus mengguyur kawasan tersebut. Kondisi cuaca tidak kunjung membaik hingga malam hari, bahkan disertai petir yang memperparah situasi di lokasi resepsi yang telah dipadati tamu undangan.
Tiga Pohon Tumbang Timpa Tenda Saat Resepsi Berlangsung
Ketika acara resepsi berlangsung, sebuah pohon kemiri tiba-tiba tumbang sekitar pukul 20.00 Wita. Tidak lama kemudian, dua pohon aren menyusul roboh akibat kuatnya angin yang menerpa wilayah tersebut.
Ketiga pohon yang tumbang itu langsung menghantam tenda pernikahan yang dipenuhi tamu dan keluarga pengantin. Akibatnya, suasana berubah panik karena sebagian orang tidak sempat menyelamatkan diri dari reruntuhan.
Resepsi tersebut merupakan pernikahan Elvi Safira dengan mempelai pria yang berasal dari Pinrang. Banyaknya tamu yang hadir membuat situasi semakin kacau saat pohon tumbang menimpa area tenda.
Korban Tewas Terjepit Rangka Tenda Usai Tertimpa Pohon
Dalam insiden tersebut, ibu dari pengantin perempuan menjadi korban jiwa. Ia tertimpa pohon dan terjepit rangka tenda hingga meninggal di lokasi kejadian.
Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya melakukan pertolongan. Namun, proses evakuasi korban berlangsung cukup lama karena keterbatasan alat.
Warga baru berhasil mengevakuasi korban sekitar satu jam kemudian setelah mendatangkan gergaji mesin untuk memotong batang pohon yang menimpa tenda. Setelah pohon dipotong, korban akhirnya bisa dikeluarkan dari reruntuhan.
Polisi Konfirmasi Korban Tewas dan Lima Orang Luka-luka
Kapolsek Kahu, Iptu Andi Muhammad Amir, membenarkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban meninggal mengalami luka berat akibat tertimpa pohon.
Korban diketahui mengalami luka terbuka di bagian kepala serta patah leher. Selain itu, lima orang lainnya juga mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut.
Petugas segera membawa para korban luka ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Beberapa korban dilaporkan mengalami patah tulang dan luka robek di bagian kepala.
