Pelajar SMP yang Hanyut di Bendungan Watervang Ditemukan Tewas
Tim Gabungan Menemukan Pelajar SMP Hanyut di Bendungan Watervang dalam Kondisi Meninggal

Korban Terseret Arus Deras Saat Mandi Bersama Teman di DAM 1
Seorang pelajar SMP bernama Irfan Nopri Siregar (13) meninggal dunia setelah terseret arus saat mandi di Bendungan Watervang, Kecamatan Lubuk Linggau Timur I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 26 April 2026 sekitar pukul 15.30 WIB.
Saat kejadian berlangsung, korban sedang mandi bersama tiga rekannya di area DAM 1 bendungan tersebut. Namun, situasi berubah ketika korban yang diketahui tidak memiliki kemampuan berenang tiba-tiba kehilangan kendali. Arus air yang cukup deras langsung menyeret tubuhnya hingga hanyut menjauh dari lokasi awal.
Tim SAR Melakukan Pencarian dan Menemukan Korban Berjarak 200 Meter
Setelah menerima laporan dari warga, aparat kepolisian bersama TNI dan tim pemadam kebakaran segera bergerak melakukan pencarian. Proses pencarian berlangsung intensif dengan menyisir aliran air di sekitar bendungan.
Selanjutnya, tim gabungan akhirnya menemukan korban sekitar pukul 17.30 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan jarak kurang lebih 200 meter dari titik awal ia mandi bersama teman-temannya.
Petugas Membawa Korban ke Rumah Sakit Sebelum Diserahkan ke Keluarga
Usai ditemukan, petugas langsung mengevakuasi jasad korban dan membawanya ke rumah sakit terdekat untuk penanganan awal. Namun, tim medis memastikan korban telah meninggal dunia.
Setelah itu, pihak berwenang menyerahkan jenazah kepada keluarga untuk segera dimakamkan. Peristiwa ini sekaligus mengakhiri proses pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan.
Peristiwa Ini Menjadi Pengingat Bahaya Aktivitas Air Tanpa Pengawasan
Kejadian tragis ini kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di perairan, terutama bagi anak-anak yang tidak memiliki kemampuan berenang. Arus deras di bendungan dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi membahayakan keselamatan.
Oleh karena itu, pengawasan dari orang dewasa dan pemahaman terhadap kondisi lingkungan sekitar menjadi faktor penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
