Mahasiswi Tewas Tabrak Pembatas Jalan Solo-Jogja di Jombor Klaten
Mahasiswi Tewas Setelah Menabrak Pembatas Jalan Solo–Jogja di Klaten

Petugas menjelaskan kronologi kecelakaan yang merenggut nyawa mahasiswi di Jombor Ceper Klaten
Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Jogja–Solo, tepatnya di wilayah Desa Jombor, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Peristiwa ini menewaskan seorang mahasiswi berinisial IDC (20), yang berasal dari Suli, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dan tengah menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta.
Petugas kepolisian dari Sat Lantas Polres Klaten menjelaskan bahwa korban mengendarai sepeda motor Honda Vario seorang diri dari arah Solo menuju Yogyakarta. Saat melintas di jalur yang menikung dan menurun di kawasan Jombor, korban diduga kehilangan konsentrasi karena mengantuk. Kondisi tersebut membuat sepeda motor yang dikendarainya tidak terkendali.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara, kendaraan korban kemudian bergerak ke arah pembatas jalan dan menabrak bagian median jalan dengan keras. Benturan tersebut membuat korban mengalami luka berat di bagian kepala yang langsung berdampak fatal di lokasi kejadian.
Warga sekitar melaporkan kejadian sebelum petugas mengevakuasi korban ke rumah sakit
Warga sekitar lokasi kejadian menjadi pihak pertama yang mengetahui insiden tersebut setelah mendengar suara benturan keras di jalan. Salah satu warga menyebut kondisi korban sudah tergeletak dengan luka parah di kepala saat ditemukan di lokasi.
Tidak lama setelah laporan masuk, petugas kepolisian segera datang ke tempat kejadian untuk melakukan penanganan awal dan mengamankan lokasi. Petugas kemudian mengevakuasi korban ke RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro Klaten untuk mendapatkan pertolongan medis lanjutan.
Namun, pihak rumah sakit menyatakan bahwa korban meninggal dunia setibanya di fasilitas kesehatan akibat luka serius yang dideritanya. Polisi juga telah melakukan olah TKP lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian.
Kepolisian mengimbau pengendara agar selalu menjaga kondisi fisik dan konsentrasi saat berkendara, terutama pada waktu dini hari yang rawan mengantuk dan menurunkan kewaspadaan di jalan.
