Histeris, Ibu di Lamongan Terjun ke Kali Pasinan Demi Selamatkan Anaknya yang Terseret Arus
Ibu di Lamongan Terjun ke Kali Pasinan untuk Menyelamatkan Anaknya yang Terseret Arus Deras

Seorang ibu di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, nekat terjun ke Kali Pasinan untuk menyelamatkan anaknya yang terseret arus deras pada Selasa (14/4/2026) sore. Peristiwa ini terjadi di Kelurahan Brondong, Kecamatan Brondong, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut dan meningkatkan debit air sungai secara signifikan.
Meski sempat melakukan aksi heroik, upaya ibu tersebut tidak berhasil menyelamatkan sang anak. Petugas kemudian menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia setelah melakukan pencarian selama beberapa jam di aliran sungai.
Anak di Lamongan Terseret Arus Kali Pasinan Saat Bermain di Dekat Sungai
Peristiwa bermula ketika seorang anak laki-laki berinisial MZM (8) bermain di depan rumahnya di wilayah Sawokecik RT 04 RW 02, Kelurahan Brondong, sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, kondisi lingkungan sekitar sungai menjadi licin akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, menjelaskan bahwa korban diduga tidak menyadari bahaya saat berada di tepi Kali Pasinan. Akibatnya, korban terpeleset dan langsung terseret arus deras ke arah utara menuju muara laut.
Arus sungai yang kuat membuat korban tidak mampu menyelamatkan diri. Kondisi tersebut semakin diperparah oleh meningkatnya debit air akibat hujan intensitas tinggi di wilayah setempat.
Ibu korban berusaha menyelamatkan anaknya sebelum meminta bantuan warga
Melihat anaknya jatuh ke sungai, ibu korban, Eno Palumita (28), langsung melompat ke Kali Pasinan tanpa ragu. Ia berusaha mengejar dan meraih anaknya di tengah derasnya arus yang meluap.
Namun, arus sungai yang sangat kuat membuat Eno tidak mampu menjangkau posisi anaknya. Dalam kondisi panik, ia kemudian berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar yang berada di lokasi kejadian.
Warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat. Setelah itu, tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Lamongan, Polsek Brondong, dan Basarnas langsung melakukan pencarian di lokasi.
Petugas mengevakuasi korban setelah melakukan pencarian selama tiga jam
Tim gabungan mulai melakukan penyisiran sekitar pukul 17.30 WIB di sepanjang aliran Kali Pasinan. Petugas kemudian menghadapi medan yang sulit akibat arus deras dan kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
Setelah melakukan pencarian intensif selama kurang lebih tiga jam, petugas akhirnya menemukan korban pada pukul 20.40 WIB. Korban ditemukan di bagian utara sungai, sekitar 200 meter dari titik awal ia terpeleset.
Sayangnya, saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Petugas segera mengevakuasi jenazah dan menyerahkannya kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Polisi mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, menegaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi murni akibat kecelakaan yang dipicu kondisi lingkungan yang berbahaya. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di sekitar aliran sungai saat hujan deras.
Ia menekankan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak yang bermain di luar rumah. Selain itu, ia meminta warga menghindari aktivitas di dekat sungai saat cuaca ekstrem untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
