Longsor di Taput, 3 Tewas-Jalan Lintas Sumatera Putus
Longsor di Tapanuli Utara Menewaskan Tiga Orang dan Memutus Jalur Lintas Sumatera

Hujan Deras Memicu Longsor di Jalur Lintas Sumatera Pahae Julu
Hujan deras yang mengguyur wilayah Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, memicu longsor besar di Desa Hutabarat pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Material tanah dari tebing jalan menutup badan Jalan Lintas Sumatera dan menghantam kendaraan pikap yang sedang melintas membawa muatan sayur.
Kasi Humas Polres Tapanuli Utara, Walpon Baringbing, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka berat. Ia menjelaskan bahwa kendaraan yang terlibat merupakan mobil pikap Isuzu Traga yang membawa tiga penumpang saat kejadian berlangsung di tengah hujan lebat.
Longsor Menimbun Kendaraan dan Menyeret Korban ke Aliran Sungai
Petaka bermula ketika mobil pikap melintas di lokasi saat kondisi hujan deras terus mengguyur kawasan tersebut. Tiba-tiba, tebing di sisi jalan runtuh dan material longsor langsung menimbun badan jalan sekaligus menghantam kendaraan yang berada di lokasi.
Akibat kejadian itu, sopir berinisial FA (34) berhasil selamat meskipun mengalami luka berat. Sementara dua penumpang bernama BN (34) dan DH (38) tidak berhasil menyelamatkan diri karena tubuh mereka terjepit di dalam kendaraan yang terdorong hingga ke arah sungai.
Selain itu, seorang korban lain berinisial DS (14) yang berusaha membantu proses evakuasi justru ikut menjadi korban. DS turun ke sungai untuk menolong, namun longsor susulan kembali terjadi dan menimbunnya hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.
Petugas Melakukan Evakuasi dan Menutup Jalur Lintas Sumatera
Petugas gabungan segera melakukan evakuasi terhadap para korban setelah menerima laporan kejadian. Mereka membawa ketiga korban meninggal ke rumah sakit umum di Tarutung, sementara korban luka berat juga mendapatkan perawatan intensif.
Di sisi lain, material longsor yang menutup total Jalan Lintas Sumatera di Pahae Julu memaksa aparat menutup akses jalan. Forkopimda bersama petugas terkait kemudian bergerak melakukan pembersihan material longsor agar jalur transportasi kembali dapat digunakan.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menggunakan jalur alternatif demi menghindari risiko longsor susulan di kawasan tersebut yang masih labil akibat curah hujan tinggi.
