Pemancing yang Terpeleset di Sungai Cisanggarung Ditemukan Tewas
Tim SAR Menemukan Pemancing yang Terpeleset di Sungai Cisanggarung dalam Kondisi Meninggal

Tim Gabungan Melanjutkan Pencarian Korban di Sungai Cisanggarung
Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Melis Gojali, pemancing yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah terpeleset di Sungai Cisanggarung, Desa Galaherang, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis, 30 April 2026, setelah proses pencarian intensif dilakukan sejak malam sebelumnya.
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Kabupaten Kuningan, personel TNI, Polri, serta unsur kecamatan dan perangkat desa terus menyisir area sungai sejak laporan kehilangan diterima.
Petugas Menemukan Korban di Lokasi Awal Kejadian
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu, menjelaskan bahwa pencarian sempat dihentikan pada Rabu malam karena kondisi cuaca yang tidak mendukung serta minimnya pencahayaan.
Namun, pada Kamis pagi sekitar pukul 08.00 WIB, tim kembali melanjutkan operasi pencarian. Hanya sekitar 20 menit setelah penyisiran dimulai, petugas berhasil menemukan korban di sekitar titik awal tempat ia dilaporkan jatuh.
Korban ditemukan di area Blok Ketapang, Sungai Cisanggarung, dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Tim menduga tubuh korban tersangkut di akar pepohonan di dasar sungai dengan kedalaman sekitar empat meter.
Korban Terjatuh Saat Menyeberangi Sungai Bersama Rekannya
Peristiwa nahas itu bermula pada Rabu, 29 April 2026, sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, Melis Gojali bersama empat rekannya sedang mencari ikan di kawasan sungai tersebut.
Ketika berusaha menyeberangi aliran sungai, korban diduga terpeleset akibat kondisi permukaan yang licin. Arus sungai yang cukup deras kemudian menyeret tubuh korban hingga menghilang dari permukaan.
Setelah proses evakuasi selesai, tim langsung membawa jenazah ke rumah duka untuk menjalani proses pemulasaraan dan pemakaman oleh pihak keluarga.
Pihak BPBD Kabupaten Kuningan kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada malam hari atau ketika kondisi cuaca tidak mendukung.
