Niat Cepat Sampai, Pemudik Justru Celaka di Jalur Ekstrem Tasikmalaya

Pemudik Terjatuh ke Jurang di Jalur Ekstrem Tasikmalaya Saat Cari Jalan Pintas

Proses evakuasi sepeda motor masuk jurang di perbukitan Kadipaten Tasikmalaya.

Pemudik Gunakan Navigasi Digital dan Masuk Jalur Berbahaya

Seorang pemudik mengalami kecelakaan setelah mencoba mencari rute tercepat melalui jalur alternatif di wilayah Tasikmalaya Utara. Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026, ketika korban bernama Mattheo Putra (21), warga Desa Linggarjati, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, melakukan perjalanan dari Bandung menuju kampung halamannya.

Dalam perjalanan tersebut, korban berniat melanjutkan perjalanan ke Garut setelah tiba di Tasikmalaya. Untuk menghindari kepadatan arus mudik, ia memanfaatkan aplikasi peta digital guna menemukan jalur yang dianggap lebih cepat.

Namun, keputusan tersebut justru membawanya ke kawasan perbukitan Karaha Bodas hingga area sekitar Pertamina Geothermal Energy Kadipaten yang memiliki medan ekstrem dan tidak layak dilalui kendaraan biasa.

Motor Terperosok ke Jurang Akibat Medan Terjal

Saat melintasi jalur pegunungan yang curam, korban kehilangan kendali atas sepeda motor yang dikendarainya. Akibatnya, kendaraan tersebut terjatuh ke dalam jurang dengan kedalaman sekitar 10 meter.

Insiden itu langsung dilaporkan melalui layanan darurat, sehingga petugas kepolisian segera menuju lokasi berdasarkan titik koordinat yang diterima. Medan yang sulit membuat proses evakuasi berlangsung cukup menantang.

Beruntung, korban berhasil selamat dari kejadian tersebut meski mengalami luka ringan. Sementara itu, sepeda motor miliknya ditemukan di dasar jurang dalam kondisi rusak.

Petugas Evakuasi Korban dan Imbau Pemudik Gunakan Jalur Utama

Petugas kepolisian bersama tim keamanan setempat akhirnya berhasil mengevakuasi korban dan menarik sepeda motor menggunakan tali dari dasar jurang. Setelah memastikan kondisi korban aman, petugas mengamankan lokasi kejadian.

Pihak kepolisian kemudian mengingatkan para pemudik agar lebih berhati-hati dalam memilih rute perjalanan. Penggunaan jalur alternatif yang belum dikenal, terutama di wilayah pegunungan, dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan.

Petugas juga menegaskan pentingnya menggunakan teknologi navigasi secara bijak dengan tetap mempertimbangkan kondisi medan di lapangan, agar perjalanan mudik tetap aman dan lancar.