Gadis 12 Tahun di Pinrang Dianiaya Usai Tertawakan Pemotor Wanita Terjatuh
Wanita di Pinrang Aniaya Gadis 12 Tahun Setelah Tersinggung karena Ditertawakan Saat Jatuh dari Motor

Gadis 12 Tahun Menertawakan Pemotor yang Terjatuh Hingga Memicu Konflik
Seorang gadis berinisial AA (12) diduga menjadi korban penganiayaan setelah menertawakan seorang wanita yang terjatuh dari sepeda motor di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Insiden tersebut kemudian memicu kemarahan pengendara motor berinisial KA yang merasa tersinggung dengan reaksi korban.
Ayah korban, Andi Bode Buana Pati, mengungkapkan bahwa anaknya mengalami kekerasan setelah kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa putrinya tidak sendirian tertawa saat melihat insiden itu, melainkan hanya ikut bereaksi seperti warga lain yang berada di lokasi.
Peristiwa tersebut bermula pada Rabu malam (4/3/2026) sekitar pukul 22.00 Wita di wilayah Jalan Kemuning, Kelurahan Penrang, Kecamatan Watang Sawitto. Saat itu, korban bersama temannya melihat pelaku melintas di Jalan Pattimura dengan sepeda motor yang dinaiki tiga orang sekaligus.
Tak lama kemudian, motor yang dikendarai pelaku terjatuh di jalan. Beberapa orang yang melihat kejadian itu spontan tertawa, termasuk korban yang berada di sekitar lokasi.
Pelaku Menghubungi Korban Lewat Media Sosial dan Mengajak Bertemu
Beberapa waktu setelah kejadian tersebut, pelaku diketahui mencari akun media sosial korban. Pelaku kemudian menghubungi korban dan mempertanyakan alasan korban menertawakannya saat terjatuh dari motor.
Pelaku selanjutnya mengajak korban untuk bertemu di Jalan Kemuning dengan alasan ingin berbicara secara baik-baik. Tanpa menaruh curiga, korban akhirnya memenuhi ajakan tersebut.
Namun situasi berubah ketika korban tiba di lokasi pertemuan. Pelaku ternyata tidak datang sendirian, melainkan bersama beberapa rekannya.
Pelaku Memukul dan Mendorong Korban Hingga Mengalami Luka Lebam
Setelah bertemu, pelaku langsung melakukan kekerasan terhadap korban. Pelaku memukul serta mendorong korban hingga menyebabkan luka lebam di bagian kepala hingga leher.
Ayah korban mengaku sangat terpukul melihat kondisi anaknya setelah kejadian tersebut. Ia juga menyayangkan tindakan pelaku karena menurutnya banyak orang yang ikut tertawa saat kejadian motor jatuh, tetapi hanya anaknya yang menjadi sasaran kemarahan.
Merasa keberatan dengan perlakuan tersebut, pihak keluarga akhirnya melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian agar kasus penganiayaan terhadap anak tersebut dapat diproses secara hukum.
Polisi Mulai Menangani Kasus dan Memanggil Saksi Terkait
Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Ananda membenarkan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan terkait peristiwa tersebut. Saat ini penyidik tengah melakukan penanganan kasus dan mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak yang terlibat.
Polisi juga berencana memanggil saksi serta pihak terlapor untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap kronologi lengkap kejadian tersebut.
