Tragis, Sopir Travel Mataram-Sumbawa Meninggal Saat Bawa Penumpang

Sopir Travel Rute Mataram-Sumbawa Meninggal Dunia Saat Mengemudi di Narmada

Polisi melakukan olah TKP di pinggir Jalan Raya Narmada, Lombok Barat terkait sopir bus travel meninggal, Rabu (22/4/2026). (Foto : Dok Polresta Mataram).

Korban Menepi dan Kehilangan Kesadaran di Pinggir Jalan

Seorang sopir travel bernama Sayrul Efendi (64) meninggal dunia saat menjalankan tugas mengantar penumpang di rute Mataram-Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Narmada, Lombok Barat, pada Rabu, 22 April 2026.

Kapolsek Narmada AKP I Kadek Ariawan menjelaskan bahwa korban awalnya mengemudikan bus travel milik perusahaan Titian Mas. Namun, ketika tiba di dekat salah satu gerai bank di wilayah Narmada, kendaraan yang dikemudikan korban tiba-tiba menepi.

Setelah menghentikan kendaraan, korban turun dan duduk di trotoar dengan kondisi terlihat lemah. Tak lama kemudian, korban kehilangan kesadaran di lokasi tersebut.

Penumpang Meminta Bantuan dan Polisi Segera Evakuasi Korban

Melihat kondisi sopir yang tiba-tiba tidak sadarkan diri, para penumpang langsung panik dan berupaya mencari pertolongan. Mereka kemudian menghubungi pihak kepolisian Polsek Narmada untuk meminta bantuan.

Menanggapi laporan tersebut, petugas segera datang ke lokasi dan langsung mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Polisi memprioritaskan penanganan cepat agar korban segera mendapatkan pertolongan medis.

Korban kemudian dibawa ke RSUD Awet Muda Narmada untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Tim Medis Lakukan Penanganan Darurat Namun Nyawa Korban Tidak Tertolong

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban diketahui sempat mengeluhkan nyeri di bagian dada sebelum akhirnya kehilangan kesadaran. Tim medis pun segera melakukan tindakan darurat berupa resusitasi jantung paru untuk menyelamatkan nyawa korban.

Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Pihak rumah sakit menyatakan korban meninggal dunia sekitar pukul 11.50 Wita setelah tidak menunjukkan respons terhadap penanganan medis.

Polisi Lakukan Penyelidikan dan Keluarga Terima Kejadian sebagai Musibah

Setelah kejadian, pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan kronologi peristiwa secara menyeluruh. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak rumah sakit terkait penanganan korban.

Selain itu, petugas membantu proses administrasi serta menjalin komunikasi dengan keluarga korban. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memilih untuk tidak melakukan autopsi.