Asyik Mandi Hujan Sambil Makan Tebu, Remaja di Tapsel Tewas Tersambar Petir

Petir Sambaran Tewaskan Remaja di Tapanuli Selatan Saat Mandi Hujan dan Makan Tebu

Ilustrasi petir

Remaja Bermain Hujan di Tengah Cuaca Buruk hingga Tersambar Petir

Seorang remaja berinisial RNS (14) meninggal dunia setelah tersambar petir di Desa Wek IV, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (18/4/2026). Saat kejadian, korban diketahui tengah bermain hujan bersama sejumlah temannya di depan rumahnya.

Cuaca pada saat itu dilaporkan dalam kondisi buruk dengan hujan deras yang disertai petir. Meski demikian, korban dan teman-temannya tetap mandi hujan tanpa menyadari potensi bahaya yang mengintai.

Korban Mengambil Tebu Bersama Teman Sebelum Duduk di Depan Rumah

Di tengah hujan, korban bersama teman-temannya sempat mengambil tebu yang berada tidak jauh dari lokasi. Setelah itu, mereka duduk di depan rumah korban dengan jarak sekitar 30 meter dari bangunan utama.

Situasi terlihat biasa hingga korban dan teman-temannya menikmati tebu sambil tetap berada di bawah guyuran hujan. Namun, kondisi tersebut berubah drastis ketika petir tiba-tiba menyambar area tersebut.

Petir Menyambar Korban hingga Tidak Sadarkan Diri di Lokasi

Sambaran petir secara tiba-tiba mengenai korban saat sedang duduk bersama teman-temannya. Akibat kejadian tersebut, korban langsung kehilangan kesadaran di tempat.

Teman-teman korban yang panik segera meminta bantuan warga sekitar. Mereka kemudian membawa korban ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis secepat mungkin.

Petugas Medis Menyatakan Korban Meninggal Dunia Saat Dalam Perjalanan

Upaya penyelamatan terus dilakukan dengan membawa korban ke fasilitas kesehatan. Namun, kondisi korban sudah tidak dapat diselamatkan. Petugas medis menyatakan korban meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju puskesmas.

Pihak kepolisian membenarkan kejadian tersebut dan menyebut korban sempat mendapatkan penanganan awal sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan bahaya aktivitas di luar ruangan saat cuaca ekstrem melanda.