Priangan Timur Sepekan: Preman Dadang Buaya Kembali Berulah!
Polisi Tangkap Preman Dadang Buaya dan Ungkap Rangkaian Peristiwa Mencolok di Priangan Timur

Polisi Menangkap Dadang Buaya Setelah Menganiaya Tiga Korban di Garut
Aparat kepolisian kembali menangkap Dadang Sumarna alias Dadang Buaya (53) setelah pria yang dikenal sebagai preman di Garut itu melakukan aksi penganiayaan terhadap tiga orang korban. Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Karyamukti, Cibalong, Kabupaten Garut, pada Kamis, 26 Maret 2026 sekitar pukul 13.00 WIB.
Korban terdiri dari seorang perempuan lanjut usia berinisial AR (62), anaknya ZN, serta rekan ZN berinisial O. Tim Sancang Polres Garut langsung bergerak dan mengamankan pelaku pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB. Polisi kini menetapkan Dadang sebagai tersangka dan menahannya di Rutan Mako Polres Garut untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Warga Menemukan Remaja Hilang dalam Kondisi Linglung di Kawasan Berbeda
Peristiwa lain terjadi ketika seorang remaja berinisial MR dilaporkan hilang saat mencari serangga di kawasan kaki Gunung Guntur, tepatnya di perbukitan Sanghiang, Kampung Cimuncang, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, pada Minggu, 29 Maret 2026.
MR awalnya beraktivitas bersama dua kerabatnya, namun ia tiba-tiba terpisah dan tidak ditemukan hingga malam hari. Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian yang langsung melakukan pencarian.
Beberapa waktu kemudian, warga menemukan MR di kawasan Cipepe dalam kondisi linglung dan pakaian tidak lengkap. Lokasi penemuan berada cukup jauh dari titik awal ia dilaporkan hilang. Warga kemudian mengamankan MR sebelum akhirnya ia dijemput dan dibawa pulang ke rumahnya.
Polisi Menangani Aksi Pemotor yang Merusak Mobil di Ciamis
Di wilayah lain, sebuah video memperlihatkan aksi seorang pemotor yang mengamuk dan merusak mobil di Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, menjadi viral di media sosial. Kejadian itu berlangsung pada Jumat, 27 Maret 2026.
Dalam video tersebut, pemotor terlihat mengejar mobil hingga berhenti, lalu memukul spion dan melempar benda keras yang menyebabkan kaca depan mobil pecah. Polisi segera turun tangan setelah menerima laporan dari masyarakat.
Hasil penanganan menunjukkan bahwa insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman di jalan. Kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan masalah secara damai melalui mediasi, dan pelaku berjanji memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan.
Kecelakaan Kereta Api Menewaskan Bocah yang Berjalan di Atas Rel di Tasikmalaya
Sementara itu, kecelakaan tragis terjadi di Kampung Nangewer, Desa Cidahu, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, pada Jumat, 3 April 2026. Seorang bocah berinisial AG (11) meninggal dunia setelah terserempet kereta api saat berjalan di atas rel.
Korban diketahui berjalan bersama tiga temannya menuju rumah neneknya yang berjarak sekitar lima kilometer. Saat melintasi jembatan rel, kereta api datang dari arah belakang. Ketiga temannya berhasil menyelamatkan diri, namun AG terlambat menghindar sehingga terserempet dan mengalami luka serius di bagian kepala.
Warga segera mengevakuasi korban ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut.
Polisi Mengungkap Motif Pemuda yang Merusak Rumah karena Konflik Asmara
Kasus lain yang mencuri perhatian terjadi di Tasikmalaya, ketika seorang pemuda berinisial D (25) merusak rumah seorang perempuan berinisial AI (35) akibat kekecewaan dalam hubungan asmara.
Pelaku emosi setelah mengetahui bahwa perempuan yang ia cintai kembali rujuk dengan suaminya. Ia kemudian melampiaskan kemarahannya dengan melempar batu ke jendela hingga pecah serta memutus kabel WiFi menggunakan golok.
Warga yang mendengar keributan segera mengamankan pelaku sebelum polisi datang. Meski sempat mengancam, kasus ini akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan setelah kedua belah pihak sepakat berdamai dan pelaku berjanji tidak mengulangi perbuatannya.
