Petugas IGD Histeris Tangani Korban Kecelakaan, Ternyata Anaknya Sendiri

Perawat IGD RSUD Bima Menangis Histeris Saat Menangani Korban Kecelakaan yang Ternyata Anaknya Sendiri

Perawat IGD RSUD Bima histeris usai anaknya meninggal dunia akibat kecelakaan menabrak mobil logistik MBG, pada Selasa (31/3/2026). (istimewa)

Perawat Sri Naningsih Menangani Pasien Kritis Tanpa Mengetahui Korban Adalah Anaknya

Seorang perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD Bima, Nusa Tenggara Barat, mengalami momen pilu saat menjalankan tugasnya. Sri Naningsih awalnya menangani korban kecelakaan lalu lintas seperti biasa. Namun, situasi berubah drastis ketika ia mengetahui bahwa pasien yang dalam kondisi kritis tersebut adalah anak kandungnya sendiri, Muhammad Aqil Natsir.

Peristiwa ini terjadi pada akhir Maret 2026 dan langsung menyita perhatian publik setelah video kejadian beredar luas. Dalam rekaman tersebut, Sri terlihat menangis histeris di sekitar ambulans, sementara petugas lain berusaha menenangkan suasana.

Kecelakaan Terjadi di Depan RSUD Bima dan Menyebabkan Korban Meninggal Dunia

Direktur RSUD Bima, Ihsan, menjelaskan bahwa insiden kecelakaan terjadi pada Selasa, 31 Maret 2026, di depan rumah sakit. Saat kejadian berlangsung, Sri tengah bertugas di IGD tanpa mengetahui bahwa anaknya menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Namun, tim medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. Muhammad Aqil Natsir dinyatakan meninggal dunia saat tiba di IGD.

Situasi ini membuat Sri mengalami syok berat begitu mengetahui identitas korban yang ia tangani. Ia tidak mampu menahan emosinya dan langsung histeris di lokasi.

Polisi Menjelaskan Kronologi Kecelakaan di Jalan Gajah Mada

Kasat Lantas Polres Bima, Iptu Bambang Tedy, mengungkapkan bahwa kecelakaan terjadi di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, sekitar pukul 13.00 WITA. Saat itu, korban mengendarai sepeda motor dari arah utara menuju selatan.

Di saat bersamaan, sebuah mobil logistik program Makan Bergizi Gratis (MBG) keluar dari area dapur menuju jalan raya. Korban tidak sempat menghindari kendaraan tersebut hingga terjadi tabrakan keras yang membuatnya terpental.

Hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan bahwa korban masih berstatus pelajar dan belum cukup umur untuk berkendara. Kondisi ini diduga menjadi salah satu faktor yang memperparah insiden.

Polisi Mengimbau Orang Tua Tidak Memberikan Kendaraan kepada Anak di Bawah Umur

Menanggapi kejadian tersebut, pihak kepolisian langsung mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih bijak dalam memberikan izin berkendara kepada anak.

Iptu Bambang Tedy menegaskan bahwa orang tua sebaiknya tidak memfasilitasi anak yang belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor. Ia menilai tindakan tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas yang berujung fatal.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dalam mematuhi aturan berkendara demi keselamatan bersama di jalan raya.