Pemuda di Pagar Alam Tewas Tenggelam Saat Mandi di Curup Mangkok
Pemuda Asal Lahat Meninggal Dunia Setelah Tenggelam di Curup Mangkok Pagar Alam

Korban Datang Bersama Rekan dan Tetap Mandi Meski Sudah Diperingatkan
Seorang pemuda bernama Hendi (23), warga Kabupaten Lahat, meninggal dunia setelah tenggelam saat mandi di Curup Mangkok, Kelurahan Curup Jare, Kecamatan Pagar Alam Utara, Kota Pagar Alam, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.
Peristiwa ini bermula ketika korban bersama dua rekannya mendatangi lokasi air terjun tersebut pada malam hari. Setibanya di sana, mereka sempat meminjam senter kepada penjaga curup untuk membantu penerangan.
Namun demikian, penjaga sudah mengingatkan ketiganya agar tidak mandi karena kondisi masih gelap dan berisiko. Meski telah mendapat peringatan, korban dan rekannya tetap melanjutkan aktivitas tersebut. Tak lama kemudian, penjaga kembali ke rumahnya.
Rekan Korban Meminta Bantuan Setelah Menyadari Hendi Tenggelam
Sekitar pukul 04.00 WIB, salah satu rekan korban mendatangi penjaga dan meminta pertolongan. Ia melaporkan bahwa Hendi tenggelam saat mandi di Curup Mangkok. Mendengar laporan tersebut, upaya pencarian langsung dilakukan.
Selanjutnya, laporan diteruskan kepada tim terkait untuk melakukan penanganan lebih lanjut. Tim SAR gabungan yang menerima informasi segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian korban.
Tim SAR Menemukan Korban dalam Kondisi Meninggal Dunia
Kasubbid Logistik BPBD Pagar Alam, Panca Putra, menjelaskan bahwa proses pencarian berlangsung relatif singkat. Dalam waktu sekitar 15 menit, tim berhasil menemukan korban.
Namun, saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak bernyawa. Tim kemudian mengevakuasi jenazah dari lokasi kejadian untuk penanganan lebih lanjut.
Setelah proses evakuasi selesai, petugas membawa jenazah ke RSUD Besemah Kota Pagar Alam guna pemeriksaan medis. Hingga kini, pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Selain itu, petugas juga mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kawasan wisata alam. Kondisi cuaca yang tidak menentu serta minimnya pencahayaan pada malam hari dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
