Kronologi Driver Ojol Tewas Tertabrak KA hingga Terpental ke Kandang Babi

Polisi Ungkap Kronologi Driver Ojol Tewas Tertabrak Kereta Api di Medan

Kronologi Driver Ojol Tewas Tertabrak KA hingga Terpental ke Kandang Babi

Petugas Terima Laporan dan Langsung Datangi Lokasi Kejadian

Peristiwa tragis menimpa seorang pengemudi ojek online bernama Rajali (38) yang tewas setelah tertabrak kereta api di Kota Medan, Sumatera Utara. Kejadian itu berlangsung di Jalan Rajawali, Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Medan Denai, pada Senin (20/4/2026) siang.

Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Widodo menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerima informasi kejadian sekitar pukul 12.38 WIB. Menanggapi laporan tersebut, personel Polsek Medan Area segera bergerak menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, petugas menemukan seorang pria telah meninggal dunia di pinggir rel kereta api.

Polisi Lakukan Olah TKP dan Kumpulkan Keterangan Saksi

Setelah memastikan kondisi korban, petugas kemudian menghubungi Tim Inafis untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Selain itu, polisi juga mulai mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi guna memperjelas kronologi kejadian.

Berdasarkan keterangan saksi bernama Putra Nababan, korban saat itu tengah mengendarai sepeda motor sambil membawa seorang penumpang perempuan. Keduanya melaju dari arah Jalan Rajawali menuju Jalan Padang sebelum akhirnya melintasi rel kereta api.

Kereta Api Menabrak Korban hingga Terpental Beberapa Meter

Saat melintasi rel, korban diduga tidak menyadari adanya kereta api yang melaju dari arah Medan menuju Bandara Kualanamu. Akibatnya, tabrakan pun tidak terhindarkan. Benturan keras membuat korban terpental sejauh sekitar 7 meter ke sisi kanan rel.

Sementara itu, penumpang yang dibonceng korban berhasil menyelamatkan diri dengan melompat sebelum kereta mencapai posisi mereka. Penumpang tersebut hanya mengalami luka ringan dan langsung mendapatkan perawatan di klinik terdekat.

Polisi Serahkan Jenazah Korban kepada Keluarga

Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan awal selesai, pihak kepolisian menyerahkan jenazah korban kepada keluarga untuk disemayamkan. Keluarga korban memutuskan untuk tidak melakukan autopsi terhadap jenazah.

Kasus kecelakaan ini kembali menyoroti risiko tinggi di perlintasan kereta api, khususnya di titik yang minim pengamanan. Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat melintasi rel guna mencegah kejadian serupa terulang.