Detik-detik Dua Truk di Muratara Tabrakan hingga 1 Sopir Tewas Terpanggang
Sopir Truk Tewas Terpanggang Setelah Dua Truk Bertabrakan di Muratara

Korban Mencoba Menyalip hingga Memicu Tabrakan Adu Kambing
Kecelakaan maut melibatkan dua truk batu bara terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Insiden yang berlangsung di Jalan Hauling Batu Bara KM 108,5, Desa Ketapat Bening, Kecamatan Rawas Ilir ini menewaskan seorang sopir bernama Teddi Haryanto.
Peristiwa bermula ketika Teddi mengemudikan dump truk milik PT DSB tanpa muatan dari arah Desa Macan Sakti menuju Desa Ketapat Bening. Dalam perjalanan tersebut, ia berupaya menyalip kendaraan lain yang berada di depannya.
Pada saat yang sama, dari arah berlawanan melaju dump truk milik PT IPLS yang membawa muatan batu bara. Truk tersebut dikemudikan Muhammad Rendi dengan dua penumpang, yakni Muhammad Ravizal Sagala dan Hermanto.
Kedua Sopir Membanting Setir ke Arah Sama hingga Terjadi Benturan Keras
Ketika Teddi mencoba menyalip, Muhammad Rendi langsung bereaksi dengan membanting setir ke kanan untuk menghindari tabrakan. Namun, dalam waktu bersamaan, Teddi juga mengarahkan kendaraannya ke sisi yang sama. Akibatnya, kedua truk bertabrakan keras secara frontal.
Benturan tersebut memicu percikan api pada bagian depan kendaraan. Dalam waktu singkat, api membesar dan membakar kedua truk yang terlibat kecelakaan.
Penumpang Selamat Berusaha Menyelamatkan Diri dari Kobaran Api
Dampak tabrakan membuat Muhammad Rendi dan Muhammad Ravizal Sagala kehilangan kesadaran di dalam kabin. Sementara itu, Hermanto yang masih sadar segera bertindak menyelamatkan diri.
Ia menendang pintu truk hingga terbuka, lalu menyeret dan menggendong kedua rekannya keluar dari kendaraan secara bergantian. Aksi cepat tersebut berhasil menyelamatkan mereka dari kobaran api yang semakin membesar.
Sopir Terjebak di Dalam Kabin dan Meninggal di Lokasi
Di sisi lain, Teddi Haryanto tidak berhasil keluar dari kabin truknya. Ia terjepit akibat benturan keras sehingga tidak bisa menyelamatkan diri saat api mulai melahap kendaraan. Korban akhirnya meninggal dunia di lokasi dalam kondisi terbakar.
Sementara itu, tiga korban selamat mengalami luka-luka dan langsung mendapat penanganan awal di Puskesmas Rawas Ilir. Setelah itu, petugas medis merujuk mereka ke Rumah Sakit Siloam Lubuklinggau untuk perawatan lanjutan.
Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Kabupaten Ogan Ilir untuk dimakamkan. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penanganan dan pendalaman terkait kecelakaan tersebut.
