HDCI Buka Suara soal Klub Moge Ugal-ugalan Tewaskan Bocah di Toraja Utara

HDCI Makassar Menegaskan Klub Lain Bertanggung Jawab atas Insiden Moge Tewaskan Bocah di Toraja Utara

Ketua HDCI Makassar Syamsir Mappa.

Ketua HDCI Makassar menyampaikan klarifikasi dan belasungkawa atas tragedi yang terjadi di Toraja Utara

Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) Makassar menyampaikan klarifikasi terkait insiden kecelakaan yang melibatkan motor gede (moge) dan menewaskan seorang bocah berinisial J (10) di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Ketua HDCI Makassar, Syamsir Mappa, menegaskan bahwa pengendara moge yang terlibat dalam peristiwa tersebut bukan berasal dari organisasinya, melainkan dari klub lain yang berbasis di Jakarta.

Syamsir menjelaskan bahwa pihaknya telah menelusuri data dan fakta yang beredar dan memastikan bahwa pelaku berasal dari komunitas berbeda. Ia kemudian menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas peristiwa yang menimbulkan korban jiwa tersebut. Selain itu, ia juga menyoroti dampak insiden yang memengaruhi citra komunitas motor besar di mata masyarakat setempat.

HDCI Makassar mendesak klarifikasi dan tanggung jawab dari klub terkait insiden moge di Toraja Utara

Lebih lanjut, Syamsir menyoroti sikap klub yang disebut terlibat karena dinilai belum menunjukkan tanggung jawab secara terbuka. Ia menilai setiap insiden yang melibatkan anggota komunitas seharusnya direspons dengan sikap terbuka dan bertanggung jawab, termasuk memberikan klarifikasi resmi kepada publik.

Ia juga meminta aparat kepolisian di Sulawesi Selatan memperketat pengawasan terhadap kelengkapan administrasi kendaraan dan pengendara moge yang melintas di wilayah wisata. Menurutnya, tindakan tersebut penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari dan menjaga keselamatan masyarakat.

Syamsir turut mendorong agar klub terkait segera memberikan klarifikasi resmi dan mengakui keterlibatan anggotanya dalam peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa sikap terbuka menjadi hal penting dalam menjaga kepercayaan publik, terlebih insiden ini telah menimbulkan korban jiwa dan memicu perhatian luas masyarakat.

Sementara itu, kepolisian sebelumnya telah menetapkan pengendara moge berinisial RR (42) sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan tersebut. Peristiwa tragis itu terjadi saat rombongan moge melintas di Toraja Utara dan salah satu pengendara diduga kehilangan kendali saat melakukan aksi freestyle hingga menabrak korban yang sedang berada di pinggir jalan.