Nasib Bocah SD yang Hilang Diterkam Buaya di Sumba Barat Daya

Bocah SD Hilang Diterkam Buaya di Muara Ratenggaro Sumba Barat Daya

Warga saat mencari siswa SD yang hilang diterkam buaya di Muara Ratenggaro, Desa Maliti Bondo Ate, Kecamatan Kodi Bangedo, Sumba Barat Daya, NTT, Sabtu (31/1/2026). (Istimewa)

Buaya Menerkam Bocah Saat Mencari Kepiting di Muara Ratenggaro

Seorang bocah sekolah dasar bernama Krisdewo Holo (11) hilang setelah diterkam buaya di Muara Ratenggaro, Desa Maliti Bondo Ate, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu malam, 31 Januari 2026, sekitar pukul 22.00 Wita, dan hingga kini korban belum ditemukan.

Kepala Seksi Humas Polres Sumba Barat Daya AKP Bernardus Mbili Kandi mengatakan korban diduga kuat diterkam buaya saat berada di muara. Aparat kepolisian bersama warga telah melakukan pencarian sejak laporan diterima, namun hasilnya masih nihil hingga hari ketiga.

Korban Datang ke Muara Bersama Teman untuk Mencari Kepiting

Bernardus menjelaskan peristiwa bermula ketika Krisdewo datang ke Muara Ratenggaro sekitar pukul 21.00 Wita bersama lima temannya, yakni Mayordi Tendri Helo, Orce Katoda, Febriani Inke Holo, Mario Katoda, dan Asis Buce Holo. Mereka menuju lokasi untuk mencari kepiting saat kondisi mulai gelap.

Sekitar satu jam kemudian, rombongan tersebut memutuskan pulang. Dalam perjalanan, Krisdewo meminta senter kepada Orce Katoda dengan alasan ingin mencuci kaki yang dipenuhi pasir. Orce sempat melarang karena kondisi muara gelap dan berisiko, namun Krisdewo tetap berlari dan langsung menceburkan diri ke air.

Buaya Menyerang Korban dan Sempat Mengejar Temannya

Tak lama setelah masuk ke air, seekor buaya besar langsung menerkam dan menggigit Krisdewo. Mayordi Tendri Helo berusaha menolong, namun buaya tersebut menyabetkan ekornya hingga mengenai paha Mayordi. Buaya itu bahkan sempat mengejar Mayordi hingga ke daratan sebelum kembali ke muara.

Melihat situasi berbahaya, Mayordi dan empat temannya segera meninggalkan lokasi dan pulang ke rumah masing-masing. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga korban.

Polisi dan Warga Terus Melakukan Pencarian Korban

Orang tua Krisdewo langsung melapor ke Polsek Kodi Bangedo setelah menerima informasi tersebut. Aparat kepolisian bersama warga kemudian melakukan pencarian di sekitar muara dan aliran sungai. Hingga Selasa, 2 Februari 2026, upaya pencarian masih terus dilakukan meski korban belum ditemukan.

Pihak kepolisian mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar muara dan sungai yang diketahui menjadi habitat buaya, terutama pada malam hari.