Bocah SMP di KBB Tewas Tenggelam di Pinggir Sungai Cidadap

Bocah SMP di Bandung Barat Tenggelam di Sungai Cidadap dan Ditemukan Meninggal Dunia

Simulasi penanganan kecelakaan di Sungai Luworo yang dilakukan usai peresmian Jembatan Luworo, Pilang Kenceng, Kabupaten Madiun (dok BNPB)

Korban Bermain di Pinggir Sungai Bersama Teman Sebelum Tenggelam

Seorang pelajar SMP bernama Muhammad Adam Givani dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Sungai Cidadap, Kampung Neglasari, Desa Bunijaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat. Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Kamis, 16 April 2026 sekitar pukul 15.00 WIB saat korban berada di lokasi bersama tiga temannya.

Saat kejadian berlangsung, korban diketahui tidak ikut berenang ke tengah sungai. Ia memilih bermain di area pinggir karena tidak memiliki kemampuan berenang. Namun, kondisi arus dan kontur sungai yang tidak stabil membuat korban akhirnya terjatuh dan terseret air.

Polisi Menerima Laporan dan Mengonfirmasi Korban Meninggal Dunia

Pihak kepolisian dari Polres Cimahi menerima laporan terkait insiden tersebut dan segera melakukan penelusuran di lokasi. Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat, membenarkan adanya kejadian seorang pelajar yang tenggelam dan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Setelah proses pencarian dilakukan, petugas berhasil menemukan korban di aliran sungai dalam keadaan meninggal dunia. Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan yang melibatkan anak-anak di area perairan terbuka.

Korban Tidak Mahir Berenang Saat Bermain di Area Sungai

Sebelum kejadian, korban bersama tiga rekannya sempat berencana untuk berenang di Sungai Cidadap. Namun, karena tidak menguasai teknik berenang, korban hanya berada di sekitar tepi sungai.

Situasi tersebut justru meningkatkan risiko karena area pinggir sungai sering kali memiliki permukaan licin dan arus yang tidak terduga. Dalam kondisi tersebut, korban kehilangan keseimbangan hingga akhirnya tenggelam.

Kejadian Menjadi Pengingat Bahaya Aktivitas di Sungai Tanpa Pengawasan

Insiden ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak di sekitar sungai. Lingkungan perairan alami memiliki potensi bahaya yang tinggi, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan berenang.

Selain itu, kondisi geografis sungai di wilayah Bandung Barat yang cenderung memiliki arus cukup deras juga meningkatkan risiko kecelakaan. Oleh karena itu, kewaspadaan dan pengawasan menjadi kunci utama untuk mencegah kejadian serupa terulang.