Olah TKP Pakai “3D Scanner” di Jalur Tengkorak Kertek, Polisi Bongkar Kronologi Kecelakaan Maut
Polisi Gunakan 3D Scanner untuk Ungkap Kronologi Kecelakaan Maut di Jalur Kertek Wonosobo

Petugas Lakukan Olah TKP Mendalam Setelah Korban Tewas Bertambah
Aparat kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara secara mendalam terkait kecelakaan beruntun maut di jalur Parakan–Kertek, Dusun Madukoro, Desa Candimulyo, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. Langkah ini diambil setelah jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi tiga orang.
Petugas menerapkan metode traffic accident analysis dengan bantuan teknologi 3D scanner dari tim Polda Jawa Tengah. Teknologi ini memungkinkan polisi merekam secara detail seluruh kondisi lokasi kejadian, mulai dari titik awal benturan hingga posisi akhir kendaraan yang terlibat.
Teknologi 3D Scanner Rekonstruksi Kejadian Secara Presisi
Kanit Gakkum Satlantas Polres Wonosobo, Iptu Agista Erick, menjelaskan bahwa penggunaan 3D scanner membantu penyidik merekonstruksi kejadian secara akurat dalam bentuk visual digital. Melalui teknologi tersebut, petugas dapat melihat gambaran utuh sebelum, saat, hingga setelah kecelakaan terjadi.
Selain itu, alat pemindai laser tersebut juga mampu menghitung kecepatan kendaraan saat tabrakan berlangsung. Dengan hasil analisis tersebut, polisi berharap dapat mengungkap penyebab kecelakaan secara lebih objektif dan ilmiah.
Truk Dump Kehilangan Kendali di Jalur Turunan dan Menyalip Marka
Kasi Humas Polres Wonosobo, Ipda Nanang Dwi Putro Wibowo, memaparkan kronologi awal kecelakaan yang terjadi pada Rabu (8/4/2026) pagi. Peristiwa bermula saat sebuah dump truck Hino bernomor polisi B 9587 XX melaju dari arah Parakan menuju Kertek.
Saat melintasi jalur menurun dan tikungan ke kiri, truk tersebut diduga kehilangan kendali. Kendaraan kemudian oleng ke kanan hingga melewati marka tengah jalan dan memasuki jalur berlawanan.
Tabrakan Beruntun Libatkan Lima Kendaraan dari Arah Berlawanan
Pada saat bersamaan, empat kendaraan melaju dari arah berlawanan, yaitu truk dump Canter, truk bak kayu, mobil pikap APV, dan sepeda motor Yamaha Vega. Karena jarak yang terlalu dekat, benturan keras tidak dapat dihindari.
Kecelakaan beruntun tersebut melibatkan total lima kendaraan dan menyebabkan kerusakan parah. Kerugian materiil akibat insiden ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 20 juta.
Dalam kejadian tersebut, satu korban meninggal dunia di lokasi, sementara dua korban lainnya meninggal setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
Polisi Periksa Sistem Rem dan Soroti Risiko Jalur Tengkorak
Saat ini, kepolisian masih melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap kondisi teknis kendaraan, terutama sistem pengereman. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan apakah kecelakaan dipicu oleh kegagalan fungsi kendaraan atau faktor kelalaian pengemudi.
Jalur Parakan–Kertek sendiri dikenal sebagai jalur tengkorak oleh warga setempat karena memiliki kemiringan ekstrem dan turunan panjang. Kondisi tersebut kerap memicu kecelakaan fatal, terutama bagi kendaraan berat yang melintas di kawasan tersebut.
