Detik-detik Remaja Tewas Tenggelam di Palembang, Pamit Potong Rambut

Remaja di Palembang Tenggelam di Sungai Mataram Usai Pamit Potong Rambut

Basarnas Sumsel melakukan evakuasi terhadap Deni (18) korban tenggelam

Korban Berenang di Sungai Sebelum Tenggelam dan Hilang dari Permukaan

Insiden tenggelam menewaskan seorang remaja bernama Deni (18), warga Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Palembang. Peristiwa ini terjadi di Sungai Mataram pada Senin, 13 April 2026 sore.

Kapolsek Kertapati AKP Angga Kurniawan menjelaskan bahwa korban terlihat berada di sekitar kawasan Jembatan Kuning sekitar pukul 18.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat berenang di aliran sungai sebelum akhirnya tenggelam.

Sebelumnya, sekitar pukul 16.00 WIB, saksi bernama Hadi (13) melihat korban sedang berenang. Saat itu, korban sempat mengangkat kedua tangan seperti meminta pertolongan. Namun, ketika saksi bertanya, korban menjawab bahwa dirinya hanya bermain di air. Karena merasa situasi aman, saksi kemudian meninggalkan lokasi.

Saksi Menemukan Barang Korban dan Melaporkan Kejadian ke Warga

Tidak lama berselang, saksi kembali ke lokasi. Namun, ia tidak lagi melihat korban di permukaan sungai. Di sekitar lokasi, saksi hanya menemukan pakaian dan telepon genggam milik korban.

Melihat kondisi tersebut, saksi segera memberi tahu warga sekitar dan keluarga korban. Orang tua korban kemudian mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, Deni sempat berpamitan untuk pergi memotong rambut.

Tim SAR Menemukan Korban dalam Kondisi Meninggal Dunia

Setelah menerima laporan, warga bersama pihak kepolisian langsung melakukan pencarian dengan melibatkan tim SAR. Upaya pencarian berlangsung sepanjang malam hingga akhirnya membuahkan hasil.

Pada Selasa, 14 April 2026 sekitar pukul 05.00 WIB, tim menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia. Petugas segera mengevakuasi jenazah dan membawanya ke rumah duka untuk disemayamkan.

Polisi Melakukan Olah TKP dan Mengumpulkan Keterangan Saksi

Setelah proses evakuasi, pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Selain itu, petugas juga memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan kronologi kejadian.

Polisi turut berkoordinasi dengan tim SAR dan unit identifikasi Polrestabes Palembang guna melengkapi proses penyelidikan. Hingga kini, kejadian tersebut diduga murni kecelakaan saat korban berenang di sungai.