Penjelasan TNI AD: Kecelakaan Truk di Kalideres Tak Ada Unsur Kesengajaan
TNI AD Tegaskan Kecelakaan Truk di Kalideres Terjadi Tanpa Unsur Kesengajaan

Truk TNI Mengangkut Siswa SD untuk Kegiatan LDKS Saat Insiden Terjadi
TNI Angkatan Darat memberikan penjelasan terkait kecelakaan yang melibatkan truk dinas dan sepeda motor di kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 3 April 2026, sekitar pukul 07.30 WIB di Jalan Utan Jati.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Donny Pramono menyatakan bahwa kendaraan dinas tersebut tengah menjalankan tugas membantu masyarakat. Saat itu, truk membawa siswa SDN 05 Kalideres menuju wilayah Cisarua untuk mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Pramuka atas permintaan resmi pihak sekolah.
Pengendara Motor Kehilangan Kendali Saat Berusaha Menyalip Truk dari Sisi Kiri
Dalam penjelasannya, TNI AD mengungkapkan bahwa kecelakaan bermula ketika sepeda motor yang dikendarai K dengan penumpang AM (50) mencoba menyalip truk dari sisi kiri. Upaya tersebut menyebabkan pengendara kehilangan kendali hingga terjatuh di jalan.
Insiden itu kemudian berujung fatal setelah penumpang motor mengalami luka berat dan meninggal dunia. Berdasarkan indikasi awal, TNI AD menegaskan bahwa kejadian tersebut murni kecelakaan lalu lintas tanpa unsur kesengajaan.
TNI AD Melakukan Pemeriksaan Internal dan Menjamin Proses Hukum Transparan
Meski demikian, TNI AD tetap melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Pengemudi truk dinas telah melaporkan diri ke satuan dan kini menjalani pemeriksaan oleh Denpom I Tangerang.
Pihak TNI AD memastikan bahwa proses hukum akan berjalan secara transparan dan profesional. Jika hasil penyelidikan menemukan adanya kelalaian, maka pengemudi akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku tanpa pengecualian.
TNI AD Memberikan Bantuan kepada Korban dan Menyampaikan Duka Cita
Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak satuan telah mendatangi korban dan keluarganya. Korban yang mengalami luka telah mendapatkan bantuan biaya pengobatan, sementara keluarga korban meninggal dunia menerima santunan serta kunjungan belasungkawa.
TNI AD juga menyampaikan permohonan maaf dan duka mendalam atas peristiwa tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai wujud kepedulian serta tanggung jawab moral terhadap masyarakat yang terdampak.
