2 Pemotor yang Hanyut di Drainase Jalur Puncak Cianjur Ditemukan Tewas

Tim Gabungan Menemukan Dua Pemotor Hanyut di Drainase Puncak Cianjur dalam Kondisi Meninggal Dunia

Tim gabungan evakuasi korban hanyut di Cianjur

Petugas Menemukan Korban Pertama Tersangkut di Sungai Setelah Terbawa Arus Jauh

Tim gabungan akhirnya menemukan dua pemotor yang sebelumnya hanyut akibat luapan saluran drainase di Jalur Puncak, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Kedua korban diketahui merupakan pasangan suami istri yang terseret arus deras hingga puluhan kilometer dari lokasi awal kejadian.

Petugas menemukan korban laki-laki bernama Tubagus Suharyana (57) pada Minggu, 29 Maret 2026 sekitar pukul 20.30 WIB. Tim menemukan jasad korban dalam kondisi tersangkut di aliran sungai di wilayah Desa Majalaya, Kecamatan Cikalongkulon.

Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi menjelaskan bahwa tim terlebih dahulu melakukan proses identifikasi sebelum memastikan identitas korban. Setelah pemeriksaan oleh tim inafis selesai, petugas memastikan bahwa jasad tersebut merupakan pengendara motor yang sebelumnya dilaporkan hanyut akibat luapan drainase.

Tim Melanjutkan Pencarian dan Menemukan Korban Kedua di Waduk Jangari

Setelah menemukan korban pertama, tim langsung melanjutkan pencarian pada hari berikutnya. Petugas membagi personel menjadi beberapa kelompok untuk menyisir aliran sungai serta area hilir guna mempercepat proses pencarian.

Upaya tersebut membuahkan hasil ketika tim menemukan korban kedua bernama Sri Vebrianti (45) pada Senin, 30 Maret 2026 di Waduk Jangari. Lokasi tersebut merupakan bagian hilir dari aliran sungai di wilayah Cianjur.

Petugas menemukan korban dalam kondisi telungkup dan sudah tidak bernyawa. Temuan ini sekaligus mengakhiri proses pencarian yang dilakukan sejak insiden terjadi.

Arus Deras Menyeret Kedua Korban Hingga Puluhan Kilometer dari Lokasi Awal

Berdasarkan keterangan kepolisian, derasnya arus air saat kejadian menyebabkan kedua korban terbawa hingga jarak yang cukup jauh. Korban pertama ditemukan sekitar 25 kilometer dari titik awal kejadian, sementara korban kedua ditemukan sejauh kurang lebih 30 kilometer.

Kondisi arus yang kuat di saluran drainase dan sungai menjadi faktor utama yang membuat korban sulit diselamatkan. Akibatnya, kedua korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah terseret aliran air yang deras.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya luapan drainase di jalur rawan, terutama saat kondisi cuaca ekstrem yang dapat meningkatkan debit air secara signifikan.