Bus ‘Tayo’ Rombongan Halalbihalal Terguling di Mojokerto, 1 Orang Tewas
Bus Modifikasi Kereta Kelinci Terguling di Mojokerto dan Menewaskan Satu Penumpang

Rombongan Buruh Pabrik Menggunakan Bus untuk Acara Halalbihalal
Kecelakaan tunggal melibatkan bus modifikasi menyerupai kereta kelinci terjadi di Jalan Dusun Jati, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Mojokerto, pada Minggu, 29 Maret 2026. Insiden tersebut menewaskan satu orang penumpang dan menyebabkan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Rombongan penumpang diketahui merupakan buruh pabrik tatakan telur yang hendak menghadiri acara halalbihalal di rumah salah satu rekan kerja. Mereka berangkat bersama menggunakan kendaraan tersebut dengan tujuan lokasi yang tidak jauh dari titik kejadian.
Bus Gagal Menanjak Lalu Mundur dan Terguling Setelah Menabrak Tiang Listrik
Saat perjalanan berlangsung, kendaraan mencoba melintasi tanjakan menuju lokasi tujuan. Namun, bus tidak mampu menanjak hingga akhirnya kehilangan tenaga dan mundur secara tidak terkendali.
Kondisi tersebut membuat kendaraan tergelincir ke belakang hingga menghantam tiang listrik di pinggir jalan. Benturan keras menyebabkan bus terguling dan membuat para penumpang terlempar dari dalam kendaraan.
Korban Tewas Terlempar dari Kendaraan dan Mengalami Luka Parah di Kepala
Akibat kecelakaan tersebut, seorang penumpang bernama Sulimah (47), warga Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Mojokerto, meninggal dunia. Korban mengalami luka serius di bagian kepala setelah terlempar keluar dari kendaraan saat insiden terjadi.
Selain korban meninggal, sebanyak 20 penumpang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda. Seluruh korban segera mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.
Petugas Mengevakuasi Korban dan Membawa Mereka ke Rumah Sakit Terdekat
Petugas langsung melakukan evakuasi terhadap para korban setelah menerima laporan kejadian. Mereka membawa korban ke RSUD Prof dr Soekandar, RS Sumberglagah, serta Puskesmas Gondang untuk mendapatkan perawatan.
Sopir kendaraan bernama Sariono (53), warga Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, juga termasuk dalam daftar korban yang mengalami luka. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penanganan lanjutan terkait insiden tersebut.
