Jabar Hari Ini: Siswa SMP Hilang Terseret Arus Usai Tolong Teman

Siswa SMP Hilang Terseret Ombak Saat Berusaha Menolong Teman di Pangandaran

Pantai Pangandaran di libur Lebaran 2026

Tiga Pelajar Bermain di Pantai Timur Sebelum Arus Menyeret Salah Satu Korban

Sejumlah peristiwa terjadi di Jawa Barat pada Jumat, 27 Maret 2026, salah satunya insiden laut yang melibatkan pelajar SMP di Pangandaran. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di Pantai Timur Pangandaran, tepatnya di dekat pelabuhan PPI Cikidang.

Awalnya, tiga pelajar bernama Lutfi, Yahdi, dan Azzam menghabiskan waktu dengan bermain bola di pesisir pantai. Situasi berubah ketika Azzam memutuskan untuk bermain air di tepi pantai. Tanpa disadari, arus laut menarik tubuhnya hingga menjauh ke bagian yang lebih dalam.

Lutfi Berusaha Menolong Teman Namun Ombak Besar Justru Menyeretnya ke Tengah Laut

Melihat Azzam dalam bahaya, Lutfi dan Yahdi segera bergerak untuk memberikan pertolongan. Keduanya berupaya mendekati Azzam yang sudah terseret arus. Namun, upaya tersebut berujung petaka ketika gelombang besar datang dan menghantam Lutfi.

Ombak kuat langsung menyeret Lutfi ke tengah laut hingga menghilang dari permukaan. Sementara itu, Azzam dan Yahdi berhasil menyelamatkan diri dan kembali ke tepi pantai dalam kondisi selamat. Sejak saat itu, Lutfi dinyatakan hilang dan belum ditemukan.

Polisi Menegaskan Lokasi Kejadian Merupakan Zona Terlarang untuk Berenang

Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potowari membenarkan insiden tersebut dan menyebut kejadian berlangsung pada pagi hari. Ia menjelaskan bahwa dua orang sempat terseret arus, namun hanya satu yang berhasil selamat.

Selain itu, pihak kepolisian menegaskan bahwa area kejadian bukan merupakan zona wisata resmi untuk berenang. Lokasi tersebut dikenal memiliki arus dan gelombang yang cukup berbahaya sehingga pengunjung dilarang beraktivitas di air.

Tim SAR dan Nelayan Melakukan Pencarian Intensif di Sekitar Lokasi

Setelah kejadian, Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian di sekitar perairan Pantai Timur Pangandaran. Petugas juga bekerja sama dengan nelayan setempat untuk memperluas area penyisiran.

Di sisi lain, warga mulai berdatangan dan memadati pesisir pantai. Banyak di antara mereka merupakan keluarga dan kerabat korban yang berharap Lutfi segera ditemukan.

Kepala Desa Babakan, Undang Herdi, menyatakan bahwa korban dan kedua temannya merupakan warga setempat dan masih berstatus pelajar SMP. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mematuhi rambu larangan berenang, terutama di wilayah dengan gelombang tinggi seperti sekitar pelabuhan.