Petaka Petasan Rakitan di Jateng Meledak: Rumah Hancur-9 Orang Luka

Ledakan Petasan Rakitan Hancurkan Rumah di Pekalongan dan Lukai Sembilan Orang

Polisi melakukan olah TKP ledakan petasan di Pekalongan, Sabtu (21/3/2026).

Warga Merakit Petasan di Rumah Kosong hingga Picu Ledakan Dahsyat

Peristiwa ledakan petasan rakitan terjadi di Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, pada Sabtu dini hari, 21 Maret 2026. Sejumlah remaja yang tengah merakit petasan berukuran besar di sebuah rumah kosong tanpa sengaja memicu ledakan hebat yang menghancurkan bangunan tersebut hingga rata dengan tanah.

Ledakan terjadi saat para remaja sedang menyelesaikan proses perakitan petasan. Saat itu, salah satu petasan yang sedang dalam tahap akhir tiba-tiba meledak dan memicu bahan lain di sekitarnya ikut tersambar. Akibatnya, suara dentuman keras terdengar hingga ke lingkungan sekitar dan langsung mengundang perhatian warga.

Ledakan Saat Proses Pemadatan Bubuk Petasan Picu Korban Luka

Polisi mengungkap bahwa ledakan bermula saat salah satu korban melakukan pemadatan bubuk petasan di dalam selongsong. Proses tersebut dilakukan dengan cara memukul menggunakan obeng dan palu. Namun, tindakan itu justru memicu percikan yang kemudian menyebabkan ledakan.

Akibat kejadian tersebut, sembilan orang mengalami luka-luka. Empat di antaranya mengalami luka serius, sementara satu korban dilaporkan dalam kondisi paling parah. Petugas segera melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan puluhan selongsong petasan sebagai barang bukti.

Petugas Evakuasi Korban ke Sejumlah Fasilitas Kesehatan

Tim medis langsung mengevakuasi para korban ke berbagai fasilitas kesehatan. Tujuh orang dirawat di RS Siti Khodijah, satu orang dirawat di RSUD Bendan, dan satu korban lainnya mendapatkan penanganan di klinik setempat.

Sebagian korban hanya menjalani rawat jalan, namun beberapa di antaranya harus dirawat intensif. Tiga pasien di RS Siti Khodijah mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan antara 20 hingga 50 persen. Bahkan, satu korban harus menjalani tindakan amputasi jari akibat cedera berat di tangan.

Selain luka bakar, sejumlah korban juga mengalami cedera serius akibat kuatnya tekanan ledakan. Kondisi ini memperlihatkan betapa berbahayanya aktivitas merakit petasan tanpa pengamanan yang memadai.

Polisi Selidiki Kasus dan Libatkan Tim Gegana

Aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa tersebut. Tim juga berkoordinasi dengan unit Gegana Brimob Polda Jawa Tengah untuk memastikan tidak ada bahan berbahaya lain yang tersisa di lokasi.

Petugas terus memeriksa saksi-saksi dan mengidentifikasi seluruh korban untuk mengungkap penyebab pasti ledakan. Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau pelanggaran hukum dalam kejadian tersebut.