Polisi di Pinrang Tewas Terbawa Arus Sungai Kalijodoh yang Meluap
Polisi di Pinrang Tewas Terseret Arus Sungai Kalijodoh Saat Meluap

Aiptu Mattaungan Terjatuh dari Motor Saat Melintasi Sungai yang Arusnya Deras
Seorang anggota kepolisian bernama Aiptu Mattaungan ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus Sungai Kalijodoh di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Korban sebelumnya dilaporkan hanyut saat mencoba melintasi area sungai yang meluap.
Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Rampusa, Kelurahan Betteng, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang. Saat kejadian, korban diketahui mengendarai sepeda motor di sekitar lokasi sebelum akhirnya kehilangan kendali dan terjatuh ke aliran sungai.
Arus sungai yang sedang deras membuat korban terseret hingga akhirnya dilaporkan hilang pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 17.30 Wita.
Tim Gabungan Menemukan Korban di Sungai Kalijodoh Setelah Pencarian
Tim gabungan yang melakukan pencarian akhirnya menemukan korban pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 08.20 Wita. Petugas menemukan jasad korban di aliran Sungai Kalijodoh dengan jarak sekitar 1,2 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hanyut.
Kepala Pelaksana BPBD Pinrang Rhommy RM Manule menjelaskan bahwa tim langsung mengevakuasi korban setelah menemukannya di lokasi tersebut.
Petugas kemudian membawa korban menggunakan ambulans untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka.
Saksi Mata Menyebut Korban Kehilangan Kendali Motor Sebelum Terseret Arus
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, peristiwa bermula ketika korban mengendarai sepeda motor di kawasan tersebut. Namun kondisi arus sungai yang sedang deras membuat situasi di sekitar lokasi menjadi berbahaya.
Dalam perjalanan itu, korban diduga kehilangan kendali atas sepeda motor yang dikendarainya hingga terjatuh. Setelah terjatuh, tubuh korban langsung terseret oleh arus Sungai Kalijodoh yang sedang meluap.
Kondisi arus yang kuat membuat korban terbawa aliran sungai hingga akhirnya tim pencarian menemukan jasadnya pada keesokan harinya. Pihak berwenang kemudian mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kawasan sungai, terutama ketika debit air meningkat akibat hujan.
