ASN Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Jalan Trans Flores Manggarai Timur

Pohon Tumbang di Jalan Trans Flores Manggarai Timur Tewaskan ASN yang Melintas

Pohon tumbang menewaskan ASN di Jalan Trans Flores, Manggarai Timur, NTT, Senin (9/3/2026) (Dok. Satlantas Polres Manggarai Timur)

ASN Lodovikus Odung Mengendarai Motor Menuju Tempat Kerja Saat Pohon Tiba-Tiba Tumbang

Sebuah peristiwa tragis terjadi di Jalan Trans Flores, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Senin (9/3/2026). Seorang aparatur sipil negara bernama Lodovikus Odung (50) meninggal dunia setelah pohon besar tumbang dan menimpa dirinya saat melintas di jalan tersebut.

Insiden itu terjadi di Dusun Ulung Laing, Desa Bangka Pau, Kecamatan Lamba Leda Selatan. Saat kejadian, Lodovikus sedang mengendarai sepeda motor dari arah Borong menuju wilayah Manggarai untuk menjalankan tugasnya sebagai pegawai pemerintah.

Perjalanan yang seharusnya menjadi rutinitas harian tersebut berubah menjadi tragedi ketika pohon besar di tepi jalan tiba-tiba roboh.

Polisi Menjelaskan Angin Kencang Menyebabkan Pohon Tumbang dan Menimpa Korban

Kapolsek Borong AKP Kaha Rudin menjelaskan bahwa pohon tersebut tumbang akibat terpaan angin kencang yang melanda wilayah Manggarai Timur.

Saat pohon roboh, Lodovikus yang sedang melintas tidak sempat menghindar. Batang pohon yang jatuh langsung menimpa korban hingga menyebabkan luka fatal.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban dari lokasi kejadian. Petugas kemudian membawa Lodovikus ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, meski telah mendapatkan pertolongan, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Korban Diketahui ASN PPPK Dinas P2KB Manggarai yang Hendak Menuju Tempat Tugas

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa Lodovikus Odung merupakan aparatur sipil negara berstatus PPPK di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Manggarai.

Pada pagi hari itu, ia berangkat menuju Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, untuk menjalankan tugas di tempat kerjanya.

Di sisi lain, wilayah Manggarai Timur saat ini sedang dilanda cuaca buruk. Hujan lebat disertai angin kencang dilaporkan terjadi di sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur.

Kondisi cuaca ekstrem tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga 10 Maret 2026. Oleh karena itu, aparat setempat mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika melintasi jalur yang dipenuhi pepohonan besar di tepi jalan.