Kecelakaan Maut di Trans Kalimantan, 2 Bus Damri dan Truk Bertabrakan, 1 Tewas, 12 Terluka
Dua Bus Damri dan Truk Bertabrakan di Trans Kalimantan hingga Menewaskan Sopir

Truk Masuk Jalur Lawan Arah dan Memicu Tabrakan Beruntun di Sanggau
SANGGAU, Kalimantan Barat — Kecelakaan maut melibatkan dua bus Damri dan sebuah truk terjadi di Jalan Raya Trans Kalimantan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Rabu (21/1/2026) dini hari. Insiden tersebut menewaskan satu orang dan menyebabkan belasan penumpang mengalami luka-luka dengan tingkat cedera berbeda.
Kapolres Sanggau AKBP Sudarsono menyatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 00.15 WIB di ruas jalan yang minim penerangan. Peristiwa bermula saat truk Mitsubishi bernomor polisi R 9116 ET yang dikemudikan Ramadhan Sudaryono (28) melaju dari arah Tayan Hilir menuju Batang Tarang. Saat tiba di lokasi kejadian, truk tersebut melebar ke kanan dan masuk ke jalur berlawanan.
Pada waktu bersamaan, Bus Damri bernomor polisi KB 7027 SL yang dikemudikan Santoso Enggo Prasojo (35) melaju dari arah berlawanan. Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan keras tidak dapat dihindari. Benturan tersebut langsung menghantam bagian depan bus dan truk di tengah jalur lurus Trans Kalimantan.
Tabrakan Awal Menyeret Bus Damri Kedua dari Arah Belakang
Benturan pertama memicu kecelakaan lanjutan. Bus Damri KB 7027 SL kemudian ditabrak dari belakang oleh bus Damri lain bernomor polisi KB 7015 SL yang dikemudikan Sugeng Wahono. Rangkaian tabrakan itu membentuk kecelakaan beruntun di lokasi yang berada dekat permukiman warga.
Akibat kecelakaan tersebut, sopir truk Mitsubishi meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke Puskesmas Tayan Hilir. Sementara itu, dua sopir bus Damri mengalami luka berat, salah satunya menderita patah tulang pada bagian kaki.
Polisi Mendata Korban Luka dan Menyelidiki Penyebab Kecelakaan
Selain korban meninggal, polisi mencatat sebanyak 12 penumpang bus mengalami luka-luka. Sebagian korban menjalani perawatan di RS Antonius dan RS Yarsi, sedangkan beberapa penumpang lainnya sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan hasil sementara olah tempat kejadian perkara, polisi menduga kecelakaan dipicu oleh truk yang melaju ke jalur berlawanan. Petugas tidak menemukan bekas pengereman dari ketiga kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Sudarsono menjelaskan bahwa kondisi jalan di lokasi kejadian berupa jalan lurus dengan marka putus-putus. Cuaca saat kejadian terpantau cerah meski peristiwa berlangsung pada malam hari. Polisi masih melanjutkan penyelidikan untuk memastikan faktor penyebab kecelakaan secara menyeluruh.
