Tragedi Sampoong Department Store Menewaskan 502 Orang di Korea Selatan
Jakarta – Korea Selatan pernah menghadapi salah satu bencana konstruksi paling mematikan dalam sejarahnya ketika Sampoong Department Store di Seoul runtuh pada 29 Juni 1995. Tragedi tersebut menewaskan 502 orang dan melukai 937 lainnya.
Gedung pusat perbelanjaan itu mulai dibangun pada Juli 1987 dan membuka operasionalnya pada 7 Juli 1990. Selama beroperasi, Sampoong Department Store mampu menarik sekitar 40.000 pengunjung setiap hari.
Retakan Gedung Sampoong Muncul Sebelum Bangunan Runtuh
Masalah struktur mulai terlihat pada April 1995 ketika retakan muncul di langit-langit lantai lima. Kondisi bangunan kemudian memburuk pada 29 Juni 1995 karena retakan semakin banyak dan melebar.
Pengelola saat itu menutup akses menuju lantai atas dan mematikan pendingin udara. Namun, mereka tidak segera mengevakuasi seluruh pengunjung karena khawatir kehilangan pendapatan.
Situasi semakin berbahaya ketika suara dentuman terdengar dari bagian atas gedung. Getaran dari unit pendingin udara memperlebar keretakan pada pelat lantai hingga sekitar 10 sentimeter.
Tidak lama kemudian, langit-langit lantai empat mulai merosot. Pekerja segera membatasi akses pelanggan ke area tersebut. Setelah suara retakan besar kembali terdengar, pihak pengelola akhirnya membunyikan alarm dan memulai evakuasi.
Struktur Gedung Sampoong Runtuh dalam Waktu 20 Detik
Upaya evakuasi tidak mampu mencegah jatuhnya korban karena kondisi bangunan sudah sangat kritis. Atap gedung ambruk, sementara unit pendingin udara jatuh menembus lantai lima.
Rangkaian kerusakan kemudian membuat kolom penyangga di sayap selatan runtuh satu per satu. Seluruh bangunan akhirnya roboh hingga ke lantai dasar hanya dalam waktu sekitar 20 detik.
Penyelidikan menemukan sejumlah faktor yang memicu keruntuhan. Kesalahan desain, kegagalan konstruksi, serta kelalaian pengelola menjadi bagian utama dari penyebab bencana tersebut.
Gedung Sampoong menggunakan sistem flat slab yang tidak memakai balok sebagai penyangga lantai. Selain itu, pengelola mengubah fungsi lantai lima yang semula dirancang sebagai arena sepatu roda menjadi area restoran.
Perubahan tersebut meningkatkan beban struktur hingga 50 persen. Peralatan dapur yang berat dan sistem pemanas lantai turut menambah tekanan pada konstruksi bangunan.
Tragedi Sampoong Mengajarkan Pentingnya Keselamatan Bangunan
Keruntuhan Sampoong Department Store menimbulkan kerugian yang diperkirakan mencapai lebih dari 100 miliar won. Tragedi tersebut kemudian menjadi pelajaran penting bagi industri konstruksi dan pengelolaan gedung.
Peristiwa itu menunjukkan bahwa pengelola harus mengutamakan keselamatan penghuni ketika bangunan menunjukkan tanda kerusakan. Kepentingan bisnis tidak seharusnya mengalahkan keselamatan manusia, terlebih ketika sebuah bangunan menghadapi risiko keruntuhan.
