Kaisar Group Tegaskan Pengemudi Mobil Tangki Bukan Sopir Resmi Perusahaan
Kecelakaan antara pikap rombongan mahasiswa KKN dan mobil tangki di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, memasuki perkembangan baru. PT Kharisma Kaisar Batulicin atau Kaisar Group menyatakan pengemudi mobil tangki saat kecelakaan bukan sopir resmi perusahaan.
General Manager PT Kharisma Kaisar Batulicin Muhamat Faizal mengatakan pihaknya baru mengetahui pergantian pengemudi tersebut setelah kecelakaan terjadi. Menurut dia, orang yang mengemudikan mobil tangki merupakan anak dari sopir resmi perusahaan.
Faizal kemudian meminta keterangan dari sopir resmi. Berdasarkan informasi yang ia terima, sopir tersebut tidak dapat mengemudikan kendaraan karena mengalami sakit gigi. Kondisi itu membuat anaknya yang selama ini bekerja sebagai kernet mengambil alih kemudi.
Sopir Resmi Mengganti Pengemudi Tanpa Mengikuti SOP
Faizal menjelaskan perusahaan sebenarnya menerapkan Pemeriksaan dan Pengecekan Harian atau P2H sebelum kendaraan berangkat. Namun, penggantian pengemudi terjadi setelah pemeriksaan kendaraan selesai.
Menurut Faizal, pergantian tersebut berlangsung di luar prosedur operasional perusahaan. Ia menilai sopir resmi seharusnya menyampaikan kondisi tersebut sejak awal agar perusahaan dapat menentukan pengemudi pengganti sesuai aturan.
Sementara itu, Faizal juga menanggapi sorotan mengenai hilangnya stiker identitas perusahaan dari badan mobil tangki. Ia mengaku belum mengetahui pihak yang mencopot stiker tersebut.
Saat menerima informasi kecelakaan, Faizal mengaku meminta tim perusahaan memprioritaskan penyelamatan sopir. Setelah itu, pihak kepolisian menangani proses evakuasi kendaraan dari lokasi kejadian.
Polisi Menyiapkan Hasil Penyelidikan Kecelakaan
Kasat Lantas Polres Tanah Bumbu AKP Eko Guntar mengatakan polisi masih menyelidiki kecelakaan yang melibatkan pikap mahasiswa KKN dan mobil tangki tersebut. Polisi berencana menyampaikan hasil penyelidikan melalui rilis resmi dalam waktu dekat.
Kecelakaan itu sebelumnya menewaskan tujuh orang dan membuat identitas serta status kendaraan tangki menjadi sorotan. Pihak terkait kini masih mendalami berbagai fakta, termasuk pergantian pengemudi sebelum kecelakaan.
Dengan penyelidikan yang masih berjalan, kepolisian akan menentukan rangkaian kejadian serta faktor yang menyebabkan kecelakaan maut tersebut. Kaisar Group juga menyatakan belum mengetahui secara pasti pihak yang menghilangkan stiker perusahaan dari kendaraan.
