Empat Pekerja Terperosok ke Cerobong PLTU Ketapang, Dua Tewas
Empat Pekerja Terperosok ke Cerobong PLTU Ketapang, Dua Orang Tewas

Polisi Menyelidiki Kecelakaan Kerja Saat Perawatan Cerobong PLTU
KETAPANG — Kecelakaan kerja terjadi di lingkungan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ketapang, Kalimantan Barat, Rabu (21/1/2026) sore. Empat pekerja terperosok ke dalam cerobong pembakaran bahan bakar saat melakukan perawatan. Dua pekerja meninggal dunia, sementara dua lainnya selamat dan masih menjalani perawatan medis.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Ketapang AKP Dedy Syahputra Bintang menyatakan kepolisian telah menerima laporan kejadian tersebut dan langsung melakukan penyelidikan. Polisi memeriksa sejumlah saksi di lokasi untuk mengungkap penyebab kecelakaan kerja tersebut.
Peristiwa nahas itu terjadi sebelum pukul 16.00 WIB ketika para pekerja sedang menjalankan pekerjaan perawatan atau maintenance di area cerobong PLTU. Keempat korban diketahui merupakan pekerja dari perusahaan vendor PT Limas yang sedang bertugas di area dengan risiko tinggi.
Akibat insiden tersebut, dua pekerja dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara dua korban lainnya selamat, namun mengalami trauma dan langsung dilarikan ke RSUD Ketapang untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Hingga Jumat (23/1/2026), kepolisian masih mendalami kronologi kejadian dan menunggu hasil pemeriksaan awal terkait standar keselamatan kerja di area cerobong. Polisi belum menyimpulkan ada tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.
Di sisi lain, pihak keluarga korban mengaku belum menerima penjelasan resmi dari manajemen PLTU maupun perusahaan vendor terkait detail kejadian. Keluarga menyebut baru mengetahui kabar kecelakaan beberapa jam setelah insiden terjadi.
Keluarga korban juga menyoroti dugaan lemahnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Mereka mengungkapkan tidak tersedianya ambulans perusahaan saat proses evakuasi awal sehingga korban pertama dievakuasi menggunakan kendaraan biasa.
Pantauan di lapangan menunjukkan keluarga korban masih menunggu di depan gerbang PLTU Ketapang hingga Kamis malam. Mereka tidak diizinkan masuk ke area perusahaan dan meminta kejelasan kronologi, kondisi korban, serta bentuk tanggung jawab perusahaan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PLTU Ketapang maupun perusahaan vendor belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden kecelakaan kerja tersebut. Penyelidikan kepolisian masih terus berlangsung.
