Gedung Sekolah di TTS Ambruk Saat 3 Bocah Berteduh, 1 Orang Tewas
Bangunan SD di Timor Tengah Selatan Ambruk dan Tewaskan Satu Siswa

Tiga Anak Berteduh di Sekolah Kosong Saat Bangunan Tiba-tiba Runtuh
Bangunan SD Inpres Oepula di Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, ambruk pada Rabu (18/3/2026). Peristiwa tragis tersebut menewaskan satu siswa dan melukai dua anak lainnya yang berada di lokasi saat kejadian.
Kepala BPBD Kabupaten Timor Tengah Selatan, Dianar Ari Aty, menjelaskan bahwa bangunan yang roboh merupakan gedung lama yang dibangun pada 1991. Sekolah tersebut sudah tidak digunakan sejak 2023, sehingga kondisi bangunan diduga telah rapuh sebelum akhirnya runtuh.
Anak-anak Bermain dan Berteduh Sebelum Tertimpa Material Bangunan
Kejadian bermula ketika tiga anak, yakni Noldi Kause (9), Juliana Nenohai (13), dan Jekson Nenoliu (9), bermain bola di sekitar sekolah. Saat itu, mereka memanfaatkan bangunan kosong sebagai tempat berteduh karena kondisi cuaca.
Ketiganya diketahui merupakan warga sekitar yang tinggal tidak jauh dari lokasi sekolah. Aktivitas tersebut berlangsung saat tidak ada kegiatan belajar mengajar karena sekolah sudah lama tidak difungsikan.
Namun, sekitar pukul 18.43 Wita, bangunan tiba-tiba runtuh dan menimpa mereka. Material bangunan yang roboh langsung mengenai ketiga anak tersebut, sehingga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
Satu Siswa Meninggal Dunia dan Dua Lainnya Mengalami Luka Serius
Akibat insiden tersebut, Noldi Kause yang merupakan siswa kelas 1 SD meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan. Sementara itu, dua korban lainnya mengalami luka cukup serius dan langsung mendapatkan penanganan medis.
Juliana Nenohai mengalami luka di bagian belakang kepala hingga membutuhkan empat jahitan serta luka di lutut kanan dengan delapan jahitan. Di sisi lain, Jekson Nenoliu mengalami luka pada betis kiri dan bagian punggung akibat tertimpa material bangunan.
Petugas Tangani Korban dan Keluarga Menyiapkan Pemakaman
Setelah kejadian, petugas segera melakukan penanganan terhadap korban dan membantu proses evakuasi. Korban yang meninggal dunia kemudian disemayamkan di rumah duka di Desa Nifukani sambil menunggu jadwal pemakaman dari pihak keluarga.
Sementara itu, dua korban yang selamat dilaporkan dalam kondisi mulai membaik setelah mendapatkan perawatan. Pihak berwenang juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap bangunan tidak terpakai agar tidak membahayakan warga sekitar.
