Balita 4 Tahun Tewas Setelah Mobil Polisi Menabrak Motor di Bone
Kecelakaan maut menewaskan balita berinisial GN (4) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (7/8/2026). Mobil yang dikemudikan seorang perwira polisi menabrak sepeda motor yang sedang berhenti di lampu merah.
Peristiwa tersebut terjadi di perempatan Jalan Ahmad Yani-Jalan Besse Kajuara, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang. Benturan membuat sepeda motor yang membawa GN terseret sekitar 10 hingga 15 meter.
Mobil Polisi Menabrak Motor yang Berhenti di Lampu Merah
Mobil Daihatsu Xenia bernomor polisi DD 1315 BL melaju dari arah belakang sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai MS (19). Saat itu, MS membonceng HN (45) serta GN yang masih berusia empat tahun.
Pengemudi Xenia berinisial Ipda MA (49) diketahui menjabat sebagai Kepala Urusan Pembinaan Operasional Satuan Intelijen Keamanan Polres Bone sekaligus Pelaksana Harian Kapolsek Bengo.
Kasat Lantas Polres Bone AKP Riyanda Putra membenarkan kecelakaan tersebut. Menurut dia, sepeda motor korban sedang berhenti di persimpangan ketika kendaraan dari belakang menghantamnya.
Polisi Menduga Gangguan Rem Memicu Tabrakan Maut
Penyelidikan awal menunjukkan mobil yang dikemudikan Ipda MA diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman. Kondisi tersebut membuat kendaraan tidak berhenti ketika mendekati lampu merah.
Mobil kemudian menghantam sepeda motor yang berada di depannya. Kuatnya benturan membuat motor dan para penumpangnya terseret hingga sekitar 10 sampai 15 meter.
Akibat kecelakaan itu, GN meninggal dunia. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara menyeluruh penyebab kecelakaan serta memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi di lokasi.
Polisi Mendalami Kronologi Kecelakaan di Perempatan Bone
AKP Riyanda mengatakan petugas masih menangani kasus tersebut sesuai prosedur. Polisi juga mendalami kondisi kendaraan dan keterangan para pihak untuk mengungkap kronologi kecelakaan secara lengkap.
Peristiwa itu kemudian menjadi perhatian setelah rekaman video seusai kecelakaan beredar di media sosial. Polisi tetap mengutamakan proses penyelidikan untuk memastikan fakta dalam insiden yang menewaskan balita tersebut.
