Bupati Bone Beri Santunan Rp10 Juta kepada Orang Tua Balita yang Tewas dalam Kecelakaan
Bupati Bone, Sulawesi Selatan, Andi Asman Sulaiman mengunjungi keluarga GN (4), balita yang meninggal setelah kecelakaan dengan mobil yang dikemudikan anggota Polri berinisial Ipda MA (49). Dalam kunjungan tersebut, Andi Asman menyerahkan santunan Rp10 juta kepada orang tua korban.
Andi Asman mendatangi rumah duka di kawasan perempatan Jalan MT Haryono-Pinra, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 18.30 Wita. Ia menemui ibu korban, Herniati, yang masih berduka atas kepergian anaknya.
Andi Asman menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga korban. Ia juga mengatakan Pemkab Bone menyiapkan bantuan tambahan karena keluarga tersebut memiliki banyak tanggungan.
“Kita hari ini berduka. Kemarin terjadi kecelakaan yang menyebabkan balita usia empat tahun tertabrak mobil,” kata Andi Asman kepada wartawan, Kamis (6/8).
Pemkab Bone Siapkan Bantuan Tambahan untuk Keluarga Korban
Selain memberikan santunan Rp10 juta, Andi Asman berencana membantu perekonomian keluarga korban. Ia menyebut keluarga tersebut menanggung hampir 10 anggota keluarga, termasuk ibu dan nenek korban.
Pemkab Bone juga mempertimbangkan perekrutan salah satu anggota keluarga melalui kategori keluarga kurang mampu. Langkah tersebut bertujuan membantu keluarga menghadapi kondisi ekonomi setelah kehilangan GN.
Andi Asman menilai kecelakaan tersebut sebagai musibah. Ia kemudian memeluk Herniati untuk memberikan dukungan dan menguatkan keluarga korban.
Polisi Selidiki Kecelakaan yang Menewaskan Balita di Bone
Kecelakaan itu terjadi di perempatan lampu merah Jalan Ahmad Yani-Jalan Besse Kajuara, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, Rabu (5/8) sekitar pukul 14.00 Wita. GN saat itu membonceng sepeda motor yang dikendarai pria berinisial MS bersama perempuan berinisial HN (45).
Mobil yang dikemudikan Ipda MA kemudian menabrak sepeda motor tersebut. Polisi menduga mobil mengalami rem blong sehingga pengemudi kehilangan kendali dan menyeret korban hingga melewati lampu merah.
Kasat Lantas Polres Bone AKP Riyanda Putra mengatakan mobil tersebut tidak menerobos lampu merah. Polisi masih mendalami penyebab kecelakaan untuk memastikan rangkaian peristiwa secara menyeluruh.
GN sempat mendapat perawatan di rumah sakit setelah kecelakaan. Namun, tenaga medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.
Karena kecelakaan tersebut melibatkan anggota Polri, Satlantas Polres Bone juga berkoordinasi dengan Propam Polres Bone. Polisi memastikan proses penyelidikan tetap berjalan sesuai prosedur.
