Jabar Hari Ini: Pegawai SPPG Lindungi Anak dari Serangan Babi Hutan
Sejumlah peristiwa menarik perhatian warga Jawa Barat pada Selasa, 4 Agustus 2026. Di Kuningan, relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bernama Anasikin atau Anas, 28, menahan babi hutan yang mengejar kakaknya dan berlari menuju permukiman warga.
Anas Menahan Babi Hutan agar Tak Menyerang Anak-Anak
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Subang, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan, pada Minggu (3/8) sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, Anas berada di rumah bersama kakaknya ketika mereka mendengar suara benturan sepeda motor.
Kakak Anas keluar rumah karena mengira terjadi kecelakaan. Namun, ia justru mendapati seekor babi hutan berukuran besar berlari ke arahnya. Kakaknya kemudian berlari meminta pertolongan karena babi tersebut mengejarnya.
Anas melihat babi hutan itu bergerak menuju area yang terdapat anak-anak. Ia kemudian keluar rumah dan berusaha menghentikan laju hewan tersebut agar tidak menyerang kakaknya maupun anak-anak di sekitar lokasi.
Anas menahan babi itu selama sekitar 10 hingga 15 menit sambil menunggu warga datang. Hewan tersebut kemudian menyerangnya hingga kaki Anas mengalami luka akibat gigitan dan taring.
Warga akhirnya berdatangan dan menggunakan tombak untuk menghentikan babi tersebut. Setelah mendapat kesempatan, Anas melepaskan diri dan masuk ke rumah. Petugas kesehatan kemudian menangani luka di kakinya.
Kasi Ekonomi dan Pembangunan Desa Subang, Sujana, membenarkan bahwa Anas merupakan relawan MBG. Ia mengatakan Anas masih kesulitan berjalan akibat luka pada telapak kaki, tetapi kondisinya mulai membaik.
Polisi Menangani Pembacokan Pria di Garut
Sementara itu, polisi menangani kasus pembacokan seorang pria berinisial RA di kawasan Warung Peuteuy, Kecamatan Banyuresmi, Garut, pada Senin (3/8) sekitar pukul 18.30 WIB.
Korban mengalami luka serius pada wajah, kepala, tangan, badan, dan beberapa bagian tubuh lainnya. Warga segera membawa korban ke RSUD dr. Slamet Garut untuk memperoleh perawatan intensif.
Kapolsek Banyuresmi Kompol Aben Nurhidayat menjelaskan bahwa cekcok antara korban dan pelaku memicu pembacokan. Polisi menyebut pelaku dan korban memiliki persoalan keluarga yang telah berlangsung cukup lama.
Setelah cekcok, pelaku mengambil golok dari rumah dan menyerang korban berkali-kali. Pelaku kemudian melarikan diri, tetapi polisi berhasil menemukannya bersembunyi di kebun belakang rumah korban.
Polisi selanjutnya menyerahkan pelaku kepada Sat Reskrim Polres Garut untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Related Posts
Gagal Nyalip, Pemotor Tewas Terlindas Truk Trailer di Cileungsi Bogor
Fortuner Oleng di Jakbar Berujung Celaka hingga Sopir Hilang Nyawa
