Tiga Pria Tenggelam Saat Rayakan Ulang Tahun di Sungai Ogan, Satu Korban Tewas
Ogan Ilir – Perayaan ulang tahun di tepian Sungai Ogan, Desa Rantau Alai, Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, berubah menjadi tragedi. Tiga pria tenggelam setelah salah seorang di antaranya terseret arus saat mandi, Sabtu (1/8/2026) sore.
Hingga Minggu (2/8/2026), tim SAR menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, dua korban lainnya masih dalam pencarian.
Seorang Pria Terseret Arus Saat Mandi di Sungai Ogan
Kepala Basarnas Sumatera Selatan Raymond Konstantin menjelaskan kejadian bermula sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, lima orang yang terdiri atas tiga pria dan dua perempuan berkumpul di sekitar Sungai Ogan untuk bersantai sekaligus merayakan ulang tahun.
Di tengah kegiatan tersebut, salah seorang pria turun ke sungai untuk mandi. Namun, arus yang cukup deras diduga menyeret korban hingga kesulitan menyelamatkan diri.
Melihat rekannya berada dalam kondisi berbahaya, dua pria lainnya langsung masuk ke sungai untuk memberikan pertolongan. Namun, upaya tersebut justru membuat ketiganya ikut terseret arus dan tenggelam.
Tim SAR Menemukan Satu Korban di Dasar Sungai
Petugas SAR menerima laporan mengenai kejadian tersebut dan langsung melakukan pencarian. Tim akhirnya menemukan Arifebriansyah (18), warga Desa Sadahayu, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, sekitar pukul 01.00 WIB pada Minggu.
Petugas menemukan korban di dasar sungai sekitar 10 meter dari titik awal mereka dilaporkan tenggelam. Tim kemudian mengevakuasi jenazah Arifebriansyah ke RSUD Ogan Ilir.
Sementara itu, dua korban lainnya, Rahman Udin (33), warga Kecamatan Rambang Kuang, Ogan Ilir, dan Rizky Saputra (22), warga Desa Sadahayu, Kecamatan Majenang, Cilacap, masih belum ditemukan.
Tim SAR Menyisir Dua Sisi Sungai untuk Menemukan Korban
Memasuki hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan membagi personel menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Mereka menyisir sisi kanan dan kiri Sungai Ogan menggunakan perahu karet Basarnas serta perahu milik warga.
Selain menyisir permukaan sungai, petugas juga melakukan penyelaman di sekitar titik awal korban tenggelam. Langkah tersebut bertujuan memperluas pencarian terhadap dua korban yang masih hilang.
Raymond mengatakan seluruh unsur SAR terus mengoptimalkan pencarian hingga kedua korban ditemukan. Diketahui, Arifebriansyah dan Rizky merupakan pekerja asal Kabupaten Cilacap yang berada di Ogan Ilir untuk mengerjakan proyek pembangunan Sekolah Rakyat.
