Bocah 10 Tahun di Blora Tewas Akibat Main Mercon Temuan
Bocah 10 Tahun di Blora Meninggal Dunia Setelah Menyalakan Mercon Temuan

Korban Menemukan Petasan Besar di Selokan dan Menyimpannya di Rumah
Peristiwa tragis menimpa seorang anak berinisial MA (10), warga Dukuh Ngapus, Desa Ketringan, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora. Korban meninggal dunia setelah terkena ledakan petasan berukuran besar yang ia temukan sebelumnya.
Kapolsek Jiken AKP Sulbekti menjelaskan bahwa kejadian bermula pada Senin, 23 Maret 2026, saat korban bersama dua temannya menemukan sebuah petasan di selokan bawah tower air. Petasan tersebut memiliki diameter sekitar 10 cm dan panjang 15 cm.
Setelah menemukan benda tersebut, korban membawa pulang dan menyimpannya di rumah tanpa mengetahui tingkat bahayanya.
Korban Menyalakan Mercon di Halaman Rumah hingga Meledak
Keesokan harinya, Selasa, 24 Maret 2026 sekitar pukul 16.00 WIB, korban mengajak dua rekannya, MAA (7) dan FA (9), untuk menyalakan petasan di halaman rumah. Mereka kemudian mencoba menyulut sumbu menggunakan korek api.
Saat proses penyalaan berlangsung, kedua teman korban sempat menjauh sejauh sekitar dua meter. Namun, korban tetap berada di dekat petasan karena mengira benda tersebut tidak akan langsung meledak.
Tidak lama kemudian, petasan meledak dengan daya ledak kuat dan langsung mengenai tubuh korban. Ledakan tersebut menyebabkan luka serius yang berujung pada kematian korban di lokasi kejadian.
Polisi Menemukan Luka Bakar Parah dan Kerusakan Organ Dalam
Petugas kepolisian bersama Tim Inafis Polres Blora segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka bakar di bagian dagu, dada sebelah kiri, dan kaki kanan.
Selain itu, tenaga medis menemukan kerusakan organ dalam di bagian dada akibat kuatnya ledakan. Kondisi tersebut menjadi penyebab utama korban meninggal dunia.
Sementara itu, dua rekan korban yang berada di lokasi turut mengalami luka ringan pada bagian kaki dan paha akibat serpihan dan efek ledakan. Keduanya kini menjalani perawatan jalan.
Polisi Mengimbau Orang Tua Mengawasi Anak agar Tidak Bermain Petasan
Polisi mengamankan sisa-sisa petasan sebagai barang bukti dari lokasi kejadian. Setelah itu, aparat juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya petasan.
Pihak kepolisian meminta orang tua lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anak, terutama saat menemukan benda berbahaya seperti petasan berdaya ledak tinggi. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Seorang warga setempat, Tamsir, menyebut korban merupakan siswa kelas 4 sekolah dasar. Ia mengetahui kabar tersebut dari warga sekitar dan membenarkan bahwa korban meninggal akibat ledakan mercon temuan.
