Kereta Api Tabrak Mobil Avanza di Tebing Tinggi, 8 Orang Tewas

Kereta Api Menabrak Mobil Avanza di Tebing Tinggi dan Menewaskan Delapan Penumpang

Penampakan situasi kecelakaan antara kereta api dan Toyota Avanza di Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Rabu (21/1/2026)

Kereta Api Menabrak Avanza Saat Mobil Melintas di Perlintasan Bagelen

Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, pada Rabu, 21 Januari 2026. Satu rangkaian kereta api menabrak mobil Toyota Avanza yang sedang melintas, menyebabkan seluruh penumpang di dalam mobil tersebut meninggal dunia.

Kepala Seksi Humas Polres Tebing Tinggi, Iptu Budi Santoso, menyatakan insiden terjadi sekitar pukul 18.47 WIB. Mobil Avanza melintas di rel pada saat bersamaan kereta api melaju dari arah berlawanan, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari. Benturan keras membuat mobil terseret sejauh kurang lebih 300 meter dari titik awal tabrakan.

Polisi Mencatat Delapan Korban Tewas Termasuk Dua Balita

Akibat kecelakaan tersebut, delapan orang penumpang mobil Avanza meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban terdiri atas enam orang dewasa dan dua balita. Seluruh korban berada di dalam kendaraan yang sama dan tidak ada penumpang yang selamat.

Iptu Budi Santoso menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Polisi belum merinci identitas para korban karena proses pendataan dan pemberitahuan kepada keluarga masih berlangsung.

Polisi Menyelidiki Faktor Penyebab Kecelakaan Kereta Api

Polres Tebing Tinggi langsung mengamankan lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Petugas juga berkoordinasi dengan pihak PT Kereta Api Indonesia untuk mengumpulkan keterangan tambahan terkait operasional kereta api saat insiden terjadi.

Hingga kini, polisi belum menyimpulkan apakah kecelakaan dipicu oleh kelalaian pengemudi, kondisi perlintasan, atau faktor teknis lainnya. Penyelidikan lanjutan dilakukan dengan memeriksa saksi di sekitar lokasi serta rekaman pendukung yang tersedia.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api, terutama perlintasan sebidang, dengan memastikan kondisi aman sebelum menyeberang demi mencegah kecelakaan serupa terulang.