Polisi Dalami Kecelakaan Kereta Menoreh di Cirebon, Tiga Orang Luka

Polisi Menyelidiki Kecelakaan Kereta Menoreh di Cirebon yang Melukai Tiga Orang

Kasat Lantas Polresta Cirebon Kompol Mangku Anom memberikan keterangan usai melakukan pemeriksaan dan olah TKP di lokasi kecelakaan Kereta Api Desa Dompyong Kulon Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon Jawa Barat pada Rabu (21/1/2026) siang

Polisi Mendalami Tabrakan Kereta Menoreh dan Truk Tangki Air di Perlintasan Sebidang

CIREBON, Jawa Barat — Satuan Lalu Lintas Polresta Cirebon menyelidiki kecelakaan Kereta Api Menoreh relasi Semarang Tawang–Pasar Senen yang menabrak truk tangki air di Desa Dompyong Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Rabu (21/1/2026) dini hari. Insiden ini menyebabkan tiga orang mengalami luka-luka serta mengganggu perjalanan kereta api di jalur utara Pulau Jawa.

Kecelakaan terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu ketika Kereta Api Menoreh melaju dari arah timur menuju Jakarta. Setelah kejadian, PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 3 Cirebon langsung mengerahkan kereta penolong berupa railway crane untuk mengevakuasi lokomotif yang keluar dari rel.

Truk Tangki Mogok di Tengah Rel Sebelum Kereta Melaju Kencang

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Cirebon, Komisaris Polisi Mangku Anom Sutresno, menjelaskan peristiwa bermula saat truk tangki air bernomor polisi E 8977 AE melintas dari arah Pantura Gebang menuju Desa Getrakmoyan. Truk yang dikemudikan Abi Eko tersebut tiba-tiba mengalami mati mesin tepat di tengah perlintasan tanpa palang pintu.

Dalam kondisi truk berhenti di atas rel, Kereta Api Menoreh melintas dengan kecepatan tinggi. Jarak yang terlalu dekat membuat masinis tidak memiliki cukup waktu untuk menghindari tabrakan. Benturan keras pun terjadi dan menghantam bagian depan lokomotif.

Benturan Keras Merusak Lokomotif dan Menyeret Truk Ratusan Meter

Tabrakan tersebut mengakibatkan bagian depan lokomotif Kereta Api Menoreh ringsek parah. Truk tangki air yang bermuatan penuh terbelah dan terseret hingga sekitar 500 meter dari titik awal kejadian. Dampak kecelakaan ini juga membuat sejumlah perjalanan kereta api lainnya mengalami keterlambatan.

Petugas gabungan dari kepolisian dan PT KAI segera melakukan pengamanan lokasi serta mengevakuasi rangkaian kereta agar jalur dapat segera dipulihkan.

Tiga Korban Luka Mendapat Perawatan Medis di RSUD Waled

Akibat kecelakaan ini, tiga orang mengalami luka-luka, yakni sopir truk Abi Eko, masinis Kereta Api Menoreh Linda Fahrul Ferdian, serta asisten masinis Sujud Santoso. Petugas langsung membawa ketiganya ke RSUD Waled untuk mendapatkan perawatan medis.

Setelah proses evakuasi korban selesai, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara. Penyidik juga memeriksa sejumlah saksi serta menelusuri kondisi kendaraan dan kelengkapan administrasi truk guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.