Petani di Musi Rawas Kritis Usai Diserang Buaya
Petani di Musi Rawas Mengalami Kritis Setelah Buaya Menyerang Saat Mencari Rumput

Petani mencari pakan ternak sebelum buaya menyerang di kebun warga
Seorang petani bernama Tiwan (59) mengalami luka parah setelah seekor buaya menyerangnya di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Insiden tersebut terjadi di area perkebunan warga Dusun 5, Desa Megang Sakti IV, Kecamatan Megang Sakti, pada Selasa, 13 Januari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB. Saat kejadian berlangsung, korban sedang menjalankan aktivitas rutinnya mencari rumput untuk pakan ternak.
Korban menuju lokasi kebun yang berjarak sekitar dua kilometer dari permukiman warga. Akses menuju area tersebut hanya bisa dilalui sepeda motor karena kondisi jalan yang sempit dan berlumpur. Dalam beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas tinggi menggenangi kawasan kebun sehingga air meluap hingga menutup jalur yang biasa dilalui warga.
Korban menyeberangi genangan air sebelum buaya menggigit dari belakang
Kanit Reskrim Polsek Megang Sakti, Ipda Novra Robialda, menjelaskan bahwa korban tetap melanjutkan aktivitasnya meski area kebun tergenang air. Saat menyeberangi genangan tersebut, korban tiba-tiba diserang seekor buaya yang muncul dari arah belakang. Hewan buas itu langsung menggigit paha kiri korban dengan kuat.
Dalam kondisi terdesak, korban berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada kayu di sekitarnya. Sambil bertahan, korban memukul dan membacok buaya menggunakan arit yang dibawanya. Perlawanan tersebut membuat buaya akhirnya melepaskan gigitan dan menjauh dari lokasi kejadian.
Keluarga membawa korban ke puskesmas setelah berhasil selamat
Setelah buaya melepaskan gigitannya, korban segera pulang ke rumah dengan kondisi luka serius. Keluarga yang melihat kondisi korban langsung membawanya ke Puskesmas Purwodadi sekitar pukul 12.30 WIB untuk mendapatkan perawatan medis. Tim medis menemukan luka parah di paha kiri, paha kanan, serta bagian perut sebelah kiri akibat serangan buaya tersebut.
Hingga kini, kondisi korban masih dalam pengawasan tenaga medis karena luka yang dialami tergolong berat dan berisiko tinggi.
Polisi menyelidiki lokasi dan berkoordinasi dengan BKSDA
Mendapat laporan adanya serangan buaya, pihak Polsek Megang Sakti segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. Namun, petugas tidak menemukan keberadaan buaya di area tersebut. Polisi kemudian berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kebun, terutama di area yang tergenang air.
Selain itu, kepolisian juga berencana berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam untuk melakukan penangkapan atau pengusiran buaya. Langkah tersebut bertujuan mencegah serangan serupa dan menghindari munculnya korban baru di wilayah Musi Rawas.
