Petaka Alapi: Hilang di Sungai Banyuwangi, Tewas di Laut Jembrana

Nelayan Menemukan Mayat Pria Tanpa Identitas Mengapung di Perairan Pengambengan Jembrana

Petugas mengevakuasi jenazah tanpa identitas yang ditemukan mengambang di perairan Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali, Minggu (11/1/2025). (Foto: Polres Jembrana)

Nelayan melaporkan temuan jenazah saat kembali dari melaut pada Minggu petang

Seorang nelayan bernama Nur Holil menemukan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas mengapung di perairan Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali. Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 11 Januari 2026, sekitar pukul 18.30 Wita, ketika saksi baru saja kembali dari melaut dan melihat benda mencurigakan di belakang salah satu pabrik di kawasan tersebut. Menyadari situasi berbahaya, saksi segera melaporkan temuan itu kepada anggota Satpolairud melalui pesan WhatsApp.

Petugas Satpolairud mengevakuasi jenazah dari tengah laut

Menerima laporan tersebut, Satpolairud Polres Jembrana langsung mengerahkan perahu untuk menuju lokasi. Petugas kemudian mengevakuasi jenazah dari tengah laut dan membawanya ke tepi pantai. Setelah proses awal selesai, petugas membawa jenazah ke Rumah Sakit Umum Negara guna menjalani pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP I Gede Alit Darmana menjelaskan bahwa petugas segera melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur. Polisi memastikan proses evakuasi berjalan aman sambil mengamankan barang-barang yang melekat pada tubuh korban.

Pemeriksaan awal mengungkap ciri jenazah dan temuan sarung golok

Hasil pemeriksaan luar menunjukkan bahwa jenazah berjenis kelamin laki-laki dengan kondisi wajah yang sudah tidak dapat dikenali. Korban mengenakan kaus lengan panjang berwarna hijau. Selain itu, petugas menemukan sarung golok berbahan kayu berwarna cokelat sepanjang sekitar 26 sentimeter yang terikat di pinggang korban menggunakan tali plastik biru.

Temuan tersebut menjadi petunjuk awal bagi penyidik untuk menelusuri identitas korban dan kemungkinan asal kejadian. Namun, hingga pemeriksaan awal selesai, polisi belum menemukan dokumen atau identitas resmi yang melekat pada jenazah.

Polisi berkoordinasi lintas wilayah untuk melacak identitas korban

Polres Jembrana langsung berkoordinasi dengan polsek dan instansi terkait di wilayah sekitarnya, termasuk daerah Banyuwangi. Langkah ini dilakukan untuk mencocokkan data dengan laporan orang hilang yang memiliki ciri serupa. Polisi menduga jenazah tersebut terbawa arus laut sebelum akhirnya ditemukan di perairan Jembrana.

AKP I Gede Alit Darmana menegaskan bahwa kasus ini masih dalam penanganan kepolisian. Ia juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke kantor polisi terdekat untuk membantu proses identifikasi.