Truk Tabrak Pangkalan Ojek di BKT Tarumajaya Bekasi, Diduga Rem Blong
Truk Diduga Rem Blong Menabrak Pangkalan Ojek di BKT Tarumajaya Bekasi

Sopir Kehilangan Kendali dan Hantam Motor serta Bangunan di Bawah Jembatan
Sebuah truk kontainer menabrak pangkalan ojek di kawasan Jembatan Banjir Kanal Timur (BKT), Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, pada Senin (2/2/2026) malam. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 20.30 WIB dan diduga kuat dipicu oleh kondisi rem truk yang tidak berfungsi. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kecelakaan itu menyebabkan kerusakan pada sejumlah sepeda motor dan bangunan pangkalan ojek.
Peristiwa tersebut terekam dalam video yang beredar di media sosial dan menunjukkan truk kontainer dengan bagian depan berwarna kuning menabrak bangunan di sisi kiri jalan. Warga sekitar langsung berkerumun di lokasi kejadian sesaat setelah tabrakan terjadi. Truk diketahui melaju dari arah Cilincing, Jakarta Utara menuju Tarumajaya, Bekasi, sebelum akhirnya kehilangan kendali saat menuruni jembatan.
Truk Menghantam Kendaraan Sebelum Menabrak Pangkalan Ojek
Seorang ojek pangkalan bernama Gopar menyebutkan bahwa sejak berada di atas jembatan, sopir truk terlihat sudah panik. Menurutnya, truk mengalami rem blong sehingga sopir kesulitan mengendalikan laju kendaraan. Saat menuruni jembatan, truk tersebut lebih dulu menabrak satu mobil dan satu sepeda motor yang melintas di jalan.
Untuk menghindari dampak yang lebih besar, sopir kemudian membanting setir ke arah kiri. Manuver tersebut membuat truk menghantam pangkalan ojek yang berada tidak jauh dari jembatan. Gopar menilai keputusan sopir membelokkan truk ke kiri dilakukan agar kendaraan bisa berhenti dan mencegah jatuhnya korban lebih banyak di jalur lurus yang lebih padat.
Lima Motor Ojek Rusak Akibat Tabrakan
Sukri, ojek pangkalan berusia 68 tahun, mengatakan bahwa sedikitnya lima sepeda motor milik para ojek rusak akibat tertabrak truk. Motor miliknya turut menjadi korban dan mengalami kerusakan di bagian lampu sein akibat tergores badan truk. Selain kendaraan, bangunan pangkalan ojek juga mengalami kerusakan cukup parah.
Meski demikian, Sukri memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Para pihak yang terlibat sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dengan mekanisme ganti rugi. Ia menyebut keselamatan menjadi hal utama, sementara kerugian materi masih dapat diselesaikan bersama.
Lokasi Disebut Rawan Kecelakaan Berulang
Sukri juga mengungkapkan bahwa insiden kecelakaan di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi. Ia mengaku motornya sudah tiga kali mengalami kerusakan akibat kecelakaan di titik yang sama. Menurutnya, keberadaan pangkalan ojek di sekitar jalur kendaraan besar memang memiliki risiko tinggi, terutama saat truk melintas dari jembatan dengan kecepatan dan muatan berat.
