Suami Bunuh Istri di Asahan, Ayah Korban: Anak Saya Menangis Saat Dijemput
Ayah Ungkap Detik-detik Terakhir Istri Dibunuh Suami di Asahan

Korban Menangis Saat Dijemput dan Terpaksa Pulang karena Anak Dibawa Pelaku
Kasus pembunuhan AIP (20) oleh suaminya MA (29) di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, terus didalami kepolisian. Ayah korban, Zainal, mengungkap rangkaian peristiwa sebelum putrinya tewas pada Senin (2/2/2026), termasuk momen ketika AIP menangis saat dijemput pelaku dari rumah orang tuanya di Kota Tanjung Balai.
Zainal menjelaskan, pertengkaran antara AIP dan MA terjadi sebelum kejadian. Akibat cekcok tersebut, AIP meninggalkan rumah di Asahan dan pulang ke rumah orang tuanya pada Minggu (1/2/2026). Zainal tidak merinci penyebab pertengkaran, namun ia mengaku sempat menerima telepon dari MA yang menyatakan keinginan untuk bercerai dengan AIP.
Suami Menjemput Korban dengan Alasan Ingin Bertemu Terakhir
Pada siang hari, MA menghubungi Zainal dan menanyakan keberadaan AIP. Ia menyatakan kesediaannya menceraikan AIP, tetapi meminta bertemu terlebih dahulu. Zainal kemudian mempersilakan MA datang menjemput AIP. Sore harinya, MA tiba di rumah Zainal dengan mobil bersama dua rekannya.
Pertemuan tersebut berlangsung singkat. Setelah bertemu, MA mengajak AIP pulang ke Asahan. Dalam situasi itu, MA mengambil anak mereka yang masih balita dari tangan AIP dan membawanya ke dalam mobil. Tindakan tersebut membuat AIP masuk ke kamar sambil menangis karena anaknya dibawa oleh suaminya.
Korban Terpaksa Pulang karena Anak Dibawa Pelaku
Zainal menyebut AIP berada dalam kondisi tertekan. Tangis korban pecah karena anaknya sudah berada di mobil bersama MA. Demi anaknya, AIP akhirnya terpaksa ikut pulang ke Asahan bersama pelaku menjelang maghrib, meski dalam keadaan enggan.
Setelah itu, Zainal dan istrinya berulang kali mencoba menghubungi AIP melalui telepon, namun panggilan tidak dijawab. Pada upaya terakhir, telepon justru diangkat oleh MA. Saat ditanya keberadaan AIP, MA menjawab singkat bahwa korban ada bersamanya, lalu menutup sambungan telepon.
Polisi Mengabarkan Korban Tewas dengan Luka Kekerasan
Komunikasi antara Zainal dan anaknya terputus hingga dini hari. Pada Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, Zainal menerima telepon dari Polres Asahan yang memberitahukan bahwa AIP meninggal dunia dan diduga dibunuh oleh suaminya.
Setibanya di rumah korban di Asahan, Zainal melihat banyak luka di tubuh anaknya, mulai dari luka di tangan, memar di lengan hingga dada, serta bekas luka di pelipis dan mulut. Zainal menilai kematian AIP tidak wajar dan meminta polisi menjatuhkan hukuman setimpal kepada MA.
