Petasan Meledak Saat Akan Dimusnahkan, 2 Remaja Grobogan Dilarikan ke RS

Ledakan Petasan Saat Dimusnahkan Lukai Dua Remaja di Grobogan

Dua remaja di Kabupaten Grobogan luka-luka saat petasan yang mereka injak dan tarik sumbunya meledak.

Remaja Berusaha Memusnahkan Petasan di Rumah Kosong hingga Terjadi Ledakan

Dua remaja di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mengalami luka bakar setelah petasan yang hendak mereka musnahkan tiba-tiba meledak. Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026 sekitar pukul 19.00 WIB di sebuah rumah kosong di RT 4 RW 2, Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi.

Kedua korban diketahui bernama Muhammad Ridho Nur Jana (15) dan Muchammad Nova Andrianto (11). Mereka awalnya berniat menghilangkan sisa petasan yang tersisa di lokasi tersebut. Namun, upaya tersebut justru berujung kecelakaan saat petasan meledak secara tiba-tiba.

Korban Menginjak dan Menarik Sumbu Petasan hingga Memicu Ledakan

Kapolsek Purwodadi AKP Siswanto menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika salah satu korban mencoba memusnahkan petasan dengan cara menginjak dan menarik sumbunya. Proses tersebut dilakukan di bagian dapur rumah kosong.

Saat sumbu ditarik, petasan langsung meledak dan mengenai kedua korban. Ledakan terjadi cukup kuat sehingga tidak hanya melukai korban yang berada di dekat sumber ledakan, tetapi juga berdampak pada korban lain yang berada di ruangan berbeda.

Warga Mendengar Ledakan dan Segera Mengevakuasi Korban ke Rumah Sakit

Suara ledakan keras membuat warga sekitar keluar rumah dan mendatangi lokasi kejadian. Setibanya di tempat, warga menemukan salah satu korban tergeletak di dalam rumah, sementara korban lainnya berusaha keluar dari bangunan tersebut.

Tanpa menunggu lama, warga langsung mengevakuasi kedua korban ke Rumah Sakit Dr R Soedjati Purwodadi untuk mendapatkan penanganan medis. Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Tim Medis Menangani Luka Bakar dan Memastikan Kondisi Korban Stabil

Setelah tiba di rumah sakit, tim medis segera melakukan pemeriksaan terhadap kedua korban. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Muhammad Ridho mengalami luka bakar sekitar 15 persen, sedangkan Muchammad Nova mengalami luka bakar sekitar 5 persen.

Meski mengalami luka, kedua korban dilaporkan dalam kondisi sadar saat mendapatkan perawatan. Tim medis terus memantau kondisi mereka untuk memastikan tidak terjadi komplikasi lebih lanjut akibat luka bakar yang diderita.

Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya penanganan petasan tanpa prosedur keamanan yang tepat.