Warga Bekasi Meninggal Saat Trail Run ‘Lebarun’ di Sentul

Peserta Trail Run Lebarun Asal Bekasi Meninggal Dunia Saat Berlomba di Sentul

Ilustrasi jenazah

Korban Tiba-Tiba Terjatuh di Jalur Lomba dan Mengalami Kondisi Kritis

Seorang peserta ajang lari lintas alam Lebarun, Rosi Adiputra Firdaus (34), meninggal dunia saat mengikuti perlombaan di kawasan Sentul City, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, pada Sabtu, 28 Maret 2026. Korban yang merupakan warga Kabupaten Bekasi itu diduga mengalami kelelahan saat menempuh jalur lomba yang menantang.

Peristiwa tersebut terjadi ketika korban berada di kilometer 5, tepatnya di Kampung Gunung Pipisan, Desa Bojong Koneng. Saat itu, korban tiba-tiba menghentikan langkahnya sebelum akhirnya terjatuh di jalur lintasan. Rekan korban yang berada di lokasi langsung menyadari kondisi tersebut dan segera memberikan pertolongan awal.

Rekan dan Panitia Berupaya Menolong Korban Sebelum Dievakuasi ke Rumah Sakit

Kapolsek Babakan Madang Kompol Trias Karso Yuliantoro menjelaskan bahwa korban sempat menunjukkan gejala serius saat terjatuh. Dari mulut korban terlihat mengeluarkan busa, sementara napasnya terdengar berat seperti mendengkur. Kondisi itu mendorong rekan dan panitia untuk segera melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian.

Selanjutnya, panitia bersama tim terkait mengevakuasi korban menuju Rumah Sakit EMC Sentul City untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, dalam perjalanan menuju rumah sakit, kondisi korban terus menurun dan menunjukkan tanda-tanda melemah.

Tim Medis Menyatakan Korban Meninggal Dunia Akibat Kelelahan

Setibanya di rumah sakit, tim medis langsung memberikan penanganan intensif. Meski demikian, upaya penyelamatan tidak berhasil. Korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 10.30 WIB setelah denyut nadinya terus menurun.

Hasil pemeriksaan awal dari pihak medis menunjukkan bahwa korban meninggal akibat kelelahan saat mengikuti lomba. Pihak keluarga pun menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memilih untuk tidak menempuh jalur hukum.

Polisi Mengingatkan Peserta dan Panitia Agar Memprioritaskan Kesiapan Fisik

Menanggapi kejadian ini, kepolisian mengingatkan pentingnya kesiapan fisik sebelum mengikuti kegiatan olahraga dengan tingkat risiko tinggi. Trias menegaskan bahwa peserta tidak boleh memaksakan diri jika kondisi tubuh tidak memungkinkan untuk menyelesaikan perlombaan.

Ajang Lebarun sendiri merupakan lomba trail run dengan jarak tempuh sekitar 28,7 kilometer. Perlombaan dimulai sejak pukul 03.00 WIB dengan rute Sentul Nirwana menuju Desa Karang Tengah dan Desa Bojong Koneng, lalu kembali finis di titik awal pada sore hari.

Kormi Bogor Mendorong Evaluasi Total dan Pengetatan Standar Keselamatan

Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Bogor, Rike Iskandar, menegaskan bahwa trail run termasuk olahraga ekstrem yang memiliki risiko tinggi. Oleh karena itu, ia meminta seluruh peserta untuk mempersiapkan diri secara matang, baik dari sisi fisik maupun mental.

Selain itu, ia juga menyoroti tanggung jawab penyelenggara dalam memastikan keamanan acara. Menurutnya, setiap kegiatan harus dilengkapi dengan perencanaan matang, termasuk kesiapan menghadapi kondisi darurat selama perlombaan berlangsung.

Rike menambahkan bahwa proses perizinan juga harus dilakukan secara ketat karena mencakup analisis risiko dan dampak kegiatan. Ia pun mendorong adanya evaluasi menyeluruh dengan melibatkan organisasi terkait seperti Asosiasi Lari Trail Indonesia dan kepolisian.

Dengan langkah tersebut, ia berharap penyelenggaraan trail run ke depan dapat berjalan lebih aman tanpa mengabaikan keselamatan para peserta yang terlibat.