Pura-pura Melayat ke Rumah Korban Tertabrak Kereta Tebing Tinggi, Wanita Tepergok Curi Uang Duka
Wanita Berpura-pura Melayat dan Mencuri Uang Duka di Rumah Korban Tabrakan Kereta Tebing Tinggi

Warga Memergoki Aksi Pencurian Uang Duka di Rumah Korban Kecelakaan Kereta
Seorang wanita tertangkap tangan mencuri uang duka saat berpura-pura melayat ke rumah keluarga korban kecelakaan kereta api di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Peristiwa tersebut terjadi di rumah duka Jalan Satria, Gang Arjuna, Desa Mekar Sari, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deli Serdang, pada Kamis, 22 Januari 2026.
Kehadiran wanita itu awalnya tidak menimbulkan kecurigaan karena ia berbaur dengan para pelayat lain. Namun, suasana mendadak heboh setelah warga mengetahui uang duka yang diletakkan di dekat pintu masuk rumah duka berkurang. Warga kemudian memergoki pelaku dan mengamankannya sebelum situasi memanas.
Pelaku Mengambil Uang dari Keranjang di Dekat Pintu Rumah Duka
Kepala Desa Mekar Sari, Juliadi, menjelaskan bahwa pelaku mengambil uang dari dalam keranjang yang diletakkan di atas kursi dekat pagar menuju rumah duka. Keranjang tersebut berisi sumbangan uang dari para pelayat yang datang untuk menyampaikan belasungkawa.
Menurut Juliadi, pelaku memasukkan uang Rp 5.000 seolah-olah memberi sumbangan, lalu mengambil uang sebesar Rp 30.000 dari dalam keranjang. Warga menduga pelaku berpotensi mengambil lebih banyak uang jika tidak segera ketahuan.
Untuk menghindari amukan warga, aparat desa membawa pelaku ke rumah kepala dusun. Di hadapan warga, wanita tersebut berlutut dan meminta maaf atas perbuatannya.
Aparat Desa Melepas Pelaku Setelah Memberi Nasihat
Pelaku mengaku bernama Mia dan mengaku berasal dari wilayah Ujung Serdang. Namun, ia tidak dapat menunjukkan kartu identitas dan dipastikan bukan warga setempat. Kepala desa menyebut modus pelaku adalah berpura-pura melayat untuk memanfaatkan situasi duka.
Setelah dimintai keterangan, aparat desa memutuskan tidak membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Juliadi mengatakan pihak desa memilih menasihati pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya. Pelaku kemudian dilepaskan dan diminta meninggalkan wilayah desa.
Suasana Duka Masih Menyelimuti Rumah Korban Kecelakaan Kereta
Rumah duka tersebut merupakan kediaman Asrah (80), salah satu korban meninggal dalam kecelakaan tabrakan antara mobil Toyota Avanza dan kereta api di Kota Tebing Tinggi. Dalam peristiwa itu, Asrah meninggal bersama delapan anggota keluarganya.
Juliadi menyebut enam warga Desa Mekar Sari menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. Dari satu rumah duka, terdapat empat jenazah yang masih satu keluarga. Hingga kini, suasana duka masih menyelimuti kediaman korban dan warga terus berdatangan untuk melayat.
