Viral Mobil Rombongan Gubernur Kaltim Masuk Jurang, Kadiskominfo: Ke Parit
Mobil Rombongan Gubernur Kaltim Terperosok ke Parit di Kutai Kartanegara

Insiden lalu lintas melibatkan salah satu mobil rombongan Gubernur Kalimantan Timur terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah narasinya viral di media sosial dan disebut sebagai mobil masuk jurang. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kemudian meluruskan informasi tersebut dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Diskominfo Kaltim Menegaskan Mobil Tidak Masuk Jurang
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, menjelaskan bahwa mobil rombongan hanya terperosok ke parit besar, bukan jatuh ke jurang maupun sungai. Ia menyampaikan klarifikasi tersebut pada Rabu, 7 Januari 2026, setelah video dan foto kejadian beredar luas di media sosial.
Menurut Faisal, kondisi jalan yang kering dan berdebu membuat jarak pandang terbatas. Akibatnya, salah satu kendaraan keluar dari jalur dan masuk ke parit di sekitar jembatan logging yang lebarnya hampir sama dengan ukuran mobil. Meski demikian, seluruh penumpang di dalam kendaraan berada dalam kondisi selamat.
Rombongan Melakukan Kunjungan Kerja Menuju Kubar dan Mahulu
Faisal menuturkan bahwa insiden terjadi saat rombongan Gubernur Kaltim melakukan perjalanan dinas menuju Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Kejadian tersebut berlangsung di Jembatan Kilometer 36 kawasan Hutan Tanaman Industri PT Acacia Andalan Utama, Kecamatan Kembang Janggut, pada Selasa siang, 6 Januari 2026.
Ia juga menegaskan bahwa iring-iringan kendaraan tidak melaju dengan kecepatan tinggi. Mobil yang terperosok hanya bergerak pelan, namun pengemudi tidak menyadari keberadaan parit di depan akibat debu yang cukup tebal di jalur tersebut.
Pejabat Pemprov Kaltim Tetap Melanjutkan Perjalanan
Mobil yang masuk ke parit diketahui ditumpangi tiga orang, termasuk Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kalimantan Timur, Irhamsyah. Setelah kejadian, rombongan segera melakukan evakuasi dan melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan lain tanpa hambatan berarti.
Faisal menjelaskan bahwa jalur yang dilalui bukan merupakan jalan umum, meski sering digunakan masyarakat sebagai akses alternatif. Pemerintah daerah sengaja melintasi jalur tersebut untuk meninjau kemungkinan pembukaan rute baru yang dapat memangkas jarak tempuh antarwilayah. Ia menambahkan bahwa peristiwa ini sekaligus menunjukkan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur.
