Lubang Proyek Makan Korban Tewas, Rakyat India Marah Kecam Pemerintah
Lubang Proyek Terbuka Tewaskan Profesional Muda, Publik India Marah Kecam Pemerintah

Kecelakaan di Noida Memicu Amarah Publik Nasional
NEW DELHI, INDIA — Kematian Yuvraj Mehta, seorang profesional teknologi informasi berusia 27 tahun, memicu gelombang kemarahan publik di India. Insiden tragis itu terjadi di Noida, wilayah penyangga ibu kota New Delhi, pada Jumat (16/1/2026) sekitar tengah malam, sebagaimana dilaporkan BBC.
Yuvraj mengemudi pulang ke rumahnya saat kabut musim dingin menyelimuti jalan. Dalam kondisi jarak pandang rendah, mobil yang ia kendarai menabrak pembatas rendah sebelum terjun ke lubang proyek konstruksi yang dalam dan terisi air. Lokasi tersebut tidak dilengkapi rambu peringatan atau pengaman apa pun.
Proyek Mangkrak Membiarkan Lubang Berbahaya Menganga
Penyelidikan awal mengungkap bahwa lubang tersebut merupakan bagian dari proyek infrastruktur yang telah digali beberapa tahun lalu. Namun, proyek itu terhenti dan dibiarkan terbuka tanpa pengawasan. Kelalaian ini akhirnya berujung pada kecelakaan fatal yang merenggut nyawa Yuvraj.
Karena tidak bisa berenang, Yuvraj berusaha bertahan dengan memanjat atap mobilnya yang perlahan tenggelam. Dalam situasi genting itu, ia sempat menghubungi ayahnya, Rajkumar Mehta, untuk meminta pertolongan.
Korban Bertahan Dua Jam Sambil Meminta Tolong
Rajkumar Mehta segera menuju lokasi setelah menerima panggilan putranya dan menghubungi layanan darurat. Kepada media, Rajkumar menyebut Yuvraj bertahan hampir dua jam di lokasi kejadian sambil menyalakan senter ponsel dan berteriak meminta bantuan.
Dalam wawancara dengan NDTV, Rajkumar mengungkap bahwa Yuvraj terus memohon, “Papa mujhe bacha lo,” selama jam-jam terakhir hidupnya. Namun, setelah teriakan itu berhenti, harapan pun sirna. Petugas baru menemukan jasad Yuvraj hampir lima jam setelah kecelakaan terjadi, menurut laporan media lokal.
Warga Gelar Protes dan Soroti Buruknya Infrastruktur
Kematian Yuvraj dengan cepat menjadi perhatian nasional. Warga menggelar aksi protes di sekitar lokasi kejadian dan menuding kelalaian otoritas pemerintah daerah. Mereka menuntut pertanggungjawaban atas proyek mangkrak yang dinilai membahayakan keselamatan publik.
Di media sosial, kemarahan publik terus menguat. Banyak pengguna menyoroti buruknya pengelolaan infrastruktur perkotaan di India, terutama di wilayah yang berdekatan dengan pusat pemerintahan. Tragedi ini kembali membuka perdebatan luas soal keselamatan publik dan akuntabilitas pemerintah.
