Sleman Bersiap Hadapi Lonjakan Arus Nataru, Dishub Petakan Titik Rawan Macet
Sleman Mengantisipasi Lonjakan Arus Natal dan Tahun Baru dengan Memetakan Titik Rawan Macet
Kabupaten Sleman mempersiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi lonjakan arus lalu lintas selama libur Natal dan Tahun Baru 2025. Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman memetakan sejumlah ruas jalan yang berpotensi mengalami kemacetan dan kecelakaan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.
Dishub Sleman Memprediksi Kenaikan Arus Lalu Lintas Selama Nataru
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Heri Kuntadi, menyampaikan bahwa lonjakan arus lalu lintas diperkirakan terjadi berdasarkan data Badan Kebijakan Transportasi. Ia menjelaskan bahwa arus kendaraan secara nasional diproyeksikan naik sekitar 2,71 persen, sementara di Daerah Istimewa Yogyakarta diperkirakan meningkat hingga 6 persen.
Ia menambahkan bahwa mobil pribadi menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan dengan persentase sekitar 42,78 persen, disusul sepeda motor sebesar 18,41 persen. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk menyiapkan pengaturan lalu lintas secara lebih matang.
Dishub Menilai Wisatawan Mendominasi Pergerakan Selama Libur Panjang
Heri Kuntadi menegaskan bahwa pergerakan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru didominasi oleh kunjungan wisata. Menurutnya, Sleman menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan yang ingin menghabiskan masa liburan, selain aktivitas mudik ke kampung halaman.
Peningkatan aktivitas wisata tersebut diperkirakan akan berdampak langsung pada kepadatan lalu lintas di jalur utama maupun akses menuju destinasi wisata unggulan.
Dishub Sleman Menyiapkan Langkah Antisipasi Sejak November
Untuk menghadapi kondisi tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman telah melakukan berbagai persiapan sejak November 2025. Heri Kuntadi menyatakan bahwa pihaknya melakukan survei jalur alternatif, memetakan kebutuhan rambu lalu lintas, serta mengidentifikasi titik rawan kemacetan dan kecelakaan.
Langkah ini bertujuan memastikan arus kendaraan tetap lancar sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan selama puncak libur akhir tahun.
Dishub Mengidentifikasi Ruas Jalan Rawan Kecelakaan dan Kemacetan
Berdasarkan hasil pemetaan, Dishub Sleman mencatat sejumlah ruas jalan yang rawan kecelakaan, seperti Jalan Wates, Jalan Magelang, dan jalur menuju Tebing Breksi yang memiliki kontur menanjak. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Dishub menyiapkan personel tambahan guna membantu kendaraan yang mengalami kendala saat melintas.
Selain itu, Dishub juga mengidentifikasi ruas jalan yang berpotensi mengalami kemacetan tinggi, terutama jalan nasional dan provinsi. Jalur rawan macet meliputi Jalan Wates, Jalan Solo, Jalan Magelang, Jalan Godean, jalur menuju Tebing Breksi, serta akses ke kawasan wisata Kaliurang.
Dishub Sleman Mengoptimalkan ATCS untuk Pengendalian Lalu Lintas
Dalam mendukung kelancaran arus kendaraan, Dishub Sleman mengoperasikan delapan Area Traffic Control System yang tersebar di sejumlah persimpangan strategis. Melalui sistem ini, petugas dapat memantau kondisi lalu lintas secara real time dan melakukan pengaturan sesuai kebutuhan di lapangan.
Pada puncak musim liburan, Dishub akan mengintensifkan pengaturan dan pengendalian lalu lintas, terutama di simpang padat, kawasan wisata, dan pusat perbelanjaan, guna memastikan mobilitas masyarakat tetap aman dan terkendali.
